jaman edan.
entah
apakah jaman yang berlari terlalu kencang
ataukah manusia yang terlalu lama terlena
mereka yang tersesat dalam labirin teknologi
sibuk dimabukkan perangkat
entah
apakah mereka masih menyadari
ada mahlukmahluk nyata di kanan kiri
atau disibukkan dengan kencan belasan orang
di dunia maya
entah
apakah mereka masih bisa merasakan
ada senyum-senyum dari hati yang tulus
dengan suara yang jujur
atau tertipu emoticon palsu tanpa intonasi
kata orang 'ini jaman edan'
ah, jangan dulu menyalahkan
siapa yang gila?
jamannya atau kita penghuninya?
apakah jaman yang berlari terlalu kencang
ataukah manusia yang terlalu lama terlena
mereka yang tersesat dalam labirin teknologi
sibuk dimabukkan perangkat
entah
apakah mereka masih menyadari
ada mahlukmahluk nyata di kanan kiri
atau disibukkan dengan kencan belasan orang
di dunia maya
entah
apakah mereka masih bisa merasakan
ada senyum-senyum dari hati yang tulus
dengan suara yang jujur
atau tertipu emoticon palsu tanpa intonasi
kata orang 'ini jaman edan'
ah, jangan dulu menyalahkan
siapa yang gila?
jamannya atau kita penghuninya?

toh kakek nenek moyang prasejarah kita yang inovatif yang memulai settle beternak dan bercocok tanam dulupun dicemooh oleh rekannya yang pemburu-peramu...
BalasHapusjadi... yuk kita lanjutkan ngobrol di comment box blog mu ini.. dengan segala emoticonsnya B-)
ngga ada emoticon yang bisa nggantiin kelakuanmu, mata leo.. hanya bisa merasakan celaan dan gurauan offline, hahaha.. jadi, kapan kita jumpa?
BalasHapusahahahaah... mari yuuukk chattiiinng..
BalasHapussepertinya sih penghuninya mbak..
BalasHapusoiya, sangat setuju tentang emoticon. buatku emoticon itu emotionless :p
kalo menurut gue sih.. tergantung kita mo menggunakan emoticon itu dengan jujur apa nggak..
BalasHapusdan dalam interaksi nyata juga bisa aja orang berwajah palsu.. bisa nyembunyiin perasaan yg sebenernya dengan senyumnya atau kedipan matanya :)
tapi senyum gw sama senyum orang kan ngga sama vir...haha *narsis mode on*
BalasHapusbeda.. mbek jeung kuda... LOL
BalasHapus