siapakah dirimu?

"Hei, siapakah dirimu?"

Kini diriku adalah sepi, bersikeras tak beranjak di tengah riuhnya ramai.

"Lalu besok siapa?"

Mungkin besok diriku akan menjelma menjadi separuh, yang bingung seperti orang linglung, merunduk mencari paruh lain yang hilang. Atau mungkin diriku menjadi utuh, yang riang seperti burung terbang, berkicau sepanjang hari.

Hingga saat yang tak kenal batas, diriku hanya berdinding sabar yang kian menipis. Kaki berputar-putar mengantar badan bersama bayangnya. Terkadang merunduk mencari celah, terkadang tengadah mencari harap. Tapi tetap, keras kepalanya tak kunjung bisa diajak pulang.

Hingga impian yang berbuah nyata, hanya keteguhan yang sanggup menjadi teman. Berharap mendapatkan keping demi keping mimpi, badan dan bayang asik berbincang. Meski habis sudah lelah berteriak, asa yang genap buang jauh terlinganya. Jejak terhenti terkadang ketika titik nol terlewati. Setelah itu, sibuk mengais kasih.

"Ah.. banyak ucap sekali malam ini."

Ini bukan racauan. Hanya membiarkan jari menari mengikuti nyanyian hati. Meski entah senandung apa yang terdengar. Lagu riang atau lagu sedih, diriku tak peduli.

Komentar

Postingan Populer