dia. dia yang hilangkah?
Tiba-tiba muncullah dia, kayumanis1107. Seseorang yang merindukan masakanku. Imajiku langsung melayang ke sebuah sosok, yang selama ini hilang dari dunia nyata, tapi tidak pernah hilang di hati. Sosok yang pernah menemani dan mewarnai hari-hari. Dan jejak manis pun ditinggalkannya.
"Sahabat setia, Andien. Itu laguku, lagumu, lagu kita," begitu katamu dulu.
Bertahun-tahun aku kehilangan dia. Dia yang dulu muncul tiba-tiba ketika gundah. Dia yang muncul tiba-tiba ketika aku perlu. Dia yang membuat cemasku selalu beralasan.
Jejak terakhir yang ditinggalkan hanyalah secarik kertas, yang disobek dari buku tulis. Walaupun hadir di hariku, terasa sekali ditulis dengan gundah. Ah, perhatiannya tidak hilang, dan aku yakin tidak akan hilang. Aku yakin tidak akan hilang, walau kata dan suara tak pernah bertukar.
"Hei, resahku belum hilang. Ayo, beri kabarmu."
Berharap rindu ini akan mempertemukan kami dalam coklat hangat, dengan kayumanis. Bertukar kisah bahagia, sama seperti dulu.
Tapi..
benarkah dia itu sosok yang sama dengan bayanganku?
Ayo, tampakkanlah dirimu, sahabat..
Aku rindu.
"Sahabat setia, Andien. Itu laguku, lagumu, lagu kita," begitu katamu dulu.
Bertahun-tahun aku kehilangan dia. Dia yang dulu muncul tiba-tiba ketika gundah. Dia yang muncul tiba-tiba ketika aku perlu. Dia yang membuat cemasku selalu beralasan.
Jejak terakhir yang ditinggalkan hanyalah secarik kertas, yang disobek dari buku tulis. Walaupun hadir di hariku, terasa sekali ditulis dengan gundah. Ah, perhatiannya tidak hilang, dan aku yakin tidak akan hilang. Aku yakin tidak akan hilang, walau kata dan suara tak pernah bertukar.
"Hei, resahku belum hilang. Ayo, beri kabarmu."
Berharap rindu ini akan mempertemukan kami dalam coklat hangat, dengan kayumanis. Bertukar kisah bahagia, sama seperti dulu.
Tapi..
benarkah dia itu sosok yang sama dengan bayanganku?
Ayo, tampakkanlah dirimu, sahabat..
Aku rindu.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..