pakai baju apa ya?
gambar dari sini
Matahari sudah lama membunyikan wekernya hingga ketujuh bersaudara itu bangun. Ya, saatnya bersiap dan memilih pakaian untuk berkarya.
Dua puluh empat putaran jam kali ini bagian untuk Jumat bekerja. Enam yang lain tinggal di rumah, bersiap untuk mengutuhkan jatah waktu masing-masing. Pagi hari terkadang menjadi bingung memilihkan baju.
"Apa warna bajumu kali ini?" tanya Kamis yang melempar baju biru ke keranjang cucian.
"Hari ini aku ingin berbaju kuning."
Setelah Senin dan Selasa berbaju kelabu. Rabu berbaju coklat.
Ah, tak peduli. Tak perlu kubawa kelabu hari lalu untuk mengusamkan hari ini.
Tunggu, tunggu.
"Hai Sabtu, apa bajumu besok?"
"Entahlah. Baju kelabuku sudah kubuang jauh-jauh. Tapi belumlah pantas merah mewarnai tubuhku." Sabtu menjawab acuh tak acuh. Tidak ada nada kecewa pun sedih, meski tak juga riang.
Yah, begitulah kelakuan hari-hari. Kadang saling meminjamkan baju, kadang saling berebut. Tak jarang juga saling melempar jauh kekelaman.
Satu saat nanti kan kubeli yang baru. Merah, kuning, tujuh tujuh jumlahnya. Supaya mereka tak saling berebut. Supaya tidak ada yang kelabu di hari-hariku.
Hei, jangan lupa. Takkan lengkap harimu, bila tak kaupakaikan senyum di hatimu.


Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..