keep on writing.

"Keep on writing."

Itu adalah komentar terindah dari orang yang membaca tulisanku. Sepertinya memberiku ruang dan waktu yang baru untuk berkembang. Apa yang aku tulis memang jauh dari cukup untuk ukuran 'layak terbit'. Tapi waktu yang diluangkan seseorang untuk sekadar berhenti dari aktivitasnya dan membaca yang aku tulis, itu hadiah yang sangat indah.

Untuk apa menulis?

Awalnya aku hanya menulis supaya otak ini berhenti meronta-ronta mengajak bermain kalau mau tidur. Kadang tidur tidak sempurna hanya karena balon-balon ide dan pikiran tiba-tiba jadi sebuah festival warna warni di malam hari. Senang? Tidak, tidak sama sekali. Lelah tepatnya.

"Karena malam itu untuk tidur, untuk istirahat. Bukan waktunya untuk mikir," jerit tubuhku yang lelah.

Pernah satu malam, ketika aku belum begitu suka menulis, aku paksakan diriku untuk mengambil buku, pensil, dan mulai menuliskan apa yang muncul. Entah pegangan tangan untuk pensilku yang buruk sehingga aku ngga mampu lagi menggores mengikuti otakku, atau otakku saja yang larinya terlalu cepat sehingga tanganku ngga bisa mengimbangi langkahnya.

Akhirnya, di tengah malam di mana semua orang di rumah sudah terlelap, aku nyalakan komputer, membangunkan 'Word' dan mulai mengetik. Beberapa halaman langsung penuh oleh tulisan-tulisan pendek yang ngga selesai, hanya mengeluarkan apa yang ada di otak. Tak cukup energi dan waktu untuk dibaca dan diedit ulang.

Malam itu, hari ditutup jam 3. Setelah aku merasa apa yang di pikiran sudah pindah semua ke harddisc komputer. Dan setelah itu, aku mendapatkan ganjarannya. Tidur nyenyak setelah berhari-hari tidak lelap.

Mau tahu seperti apa tulisanku waktu itu? Berantakan, ngga sistematis, ngga kronologis. Ngga ada yang ngerti apa maksud dari tulisan-tulisan itu tampaknya. Apa karena aku kalo mikir ngga sistematis dan kronologis juga? Ngga tau ya :p Sekarang? Masih berusaha merapikan dan memberikan rasa pada tulisan. Caranya? Rapikan dulu sistem yang ada di otak. Tulisan itu 'print-print'an otak dan pola pikir. Gali terus rasa yang ada. Seorang sahabat bilang, kalau ada sesuatu yang dirasa senang, sedih, atau apapun saja bahkan yang 'berlebih', jangan serta merta langsung dinetralkan. Gali dulu, rasakan, deskripsikan dalam kata-kata.

Satu lagi target yang dimulai di awal tahun ini, suka ngga suka, minimal 15 menit harus menulis. Kalau bisa diposting. Sampai sekarang sih masih terlaksana, mudah-mudahan akan berlanjut seterusnya.

Sekarang mengeluarkan apa yang ada di otak itu seperti candu. Nagih pada 'rasa' yang muncul ketika sudah ada satu deret tulisan kata-kata. Dan tulisan itu ada karena otak ingin bebersih juga sebagai bentuk bayangan ketika aku 'bercermin' pada tulisan orang lain. Apakah itu menginspirasi, menghibur orang atau membuat orang berpikir ulang, itu masalah belakangan. Nanti saja kalau memang statusku sudah menjadi 'penulis'. Entah kapan.

Saat ini hanya menambah jam terbang jemari menari, mengumpulkan feedback dari orang yang membaca, dan mencari bentuk yang paling nyaman buat aku untuk berbagi dengan semua. Yang paling penting, menambah bacaan, dari buku, atau dari tulisan teman-teman blogger yang tulisannya asik-asik.

Satu lagi, aku menulis karena bisa bikin aku 'lepas' dan bahagia. Itu saja.

Happy writing everybody!

Komentar

  1. yeah mbak dan! setuju! terus menulis. catatan sekecil apapun pasti akan selalu menjadi cermin dan ingatan akan setiap ruang dan waktu yang pernah dilewati. hehee... that's why i love writing. so much. *tentunya terlepas dari bagaimanapun hasilnya*

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer