bercermin.
:: Dara
Dara berdiri tegak. Dihadapinya cermin itu, dicermati satu persatu apa yang ia lihat. Tidak, bukan wajahnya yang terlihat di situ. Tapi kata-kata yang tertulis rapi satu demi satu. Tumpah ruah dari buah pikirnya, ditulis dengan hati.
Dari goresan-goresan itu, Dara tahu seperti apa wajah hatinya. Suka tak suka, diri ini tak bisa disangkal. Mungkin kita bisa ingkar dengan menuliskan rentetan kisah menyimpang, tapi jauh dalam diri kita tahu siapa diri kita. Kita bisa memberikan topeng kita ke mereka, tapi kita tahu apa yang kita pasang.
"Tahukah kita, sosok mana yang berdiri di depan kita? Wajah kita kah? Topeng kita kah?"
Cemberut, senyum, marah, sedih. Semuanya tak bisa berbohong. Mereka tergurat dari goresan-goresan pikiran dan laku kita, dari energi-energi yang terpancar.
Ya, suka tak suka, bercerminlah, dan kenali bayangan di depanmu.
Dara berdiri tegak. Dihadapinya cermin itu, dicermati satu persatu apa yang ia lihat. Tidak, bukan wajahnya yang terlihat di situ. Tapi kata-kata yang tertulis rapi satu demi satu. Tumpah ruah dari buah pikirnya, ditulis dengan hati.
Dari goresan-goresan itu, Dara tahu seperti apa wajah hatinya. Suka tak suka, diri ini tak bisa disangkal. Mungkin kita bisa ingkar dengan menuliskan rentetan kisah menyimpang, tapi jauh dalam diri kita tahu siapa diri kita. Kita bisa memberikan topeng kita ke mereka, tapi kita tahu apa yang kita pasang.
"Tahukah kita, sosok mana yang berdiri di depan kita? Wajah kita kah? Topeng kita kah?"
Cemberut, senyum, marah, sedih. Semuanya tak bisa berbohong. Mereka tergurat dari goresan-goresan pikiran dan laku kita, dari energi-energi yang terpancar.
Ya, suka tak suka, bercerminlah, dan kenali bayangan di depanmu.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..