for brighter 2010.


Hei!! Hari ini adalah langkah pertama di angka penanggalan baru 2010. Actually, why is it so special? Mungkin perayaan tahun baru hanya perayaan bergantinya sebuah angka besar di kalender yang semakin lama semakin membosankan dilihat selama 365 hari. Perayaan sebuah pergantian dua buah digit terakhir ketika kita perlu menuliskan tanggal. Tapi tiap hari, jam, detik yang berganti tetaplah sama. tidak berubah.

Banyak sekali resolusi yang tercipta di awal tahun. Resolusi yang berupa harapan lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Pencapaian-pencapaian yang ingin diraih dalam 365 hari ke depan. Rentetan hal-hal yang ingin dilakukan, dimiliki, dirasakan di bulan-bulan ke depan. Daftar yang membuat kita maju lebih cepat, yang memberi bensin energi kita untuk berkarya, cat-cat yang akan mewarnai hari-hari kita.

Satu hal yang beriringan dengan resolusi, mau itu resolusi tahunan, resolusi harian, atau resolusi jangka panjang alias resolusi hidup adalah keyakinan. Keyakinan akan tujuan, keyakinan akan proses, keyakinan akan apa yang kita putuskan setiap detiknya seirama dengan nafas kita. Keyakinan itu juga lah yang membuat diri dan hati kita membesar menyesuaikan impian kita. Impian yang besar harus diiringi dengan kebesaran hati dan diri juga.

Sesuatu yang hadir bahkan terkadang hadir tiba-tiba, tidak semudah itu menjadi keyakinan. Tidak semudah kita meyakini bahwa matahari akan datang setiap pagi, ketika awan tebal datang hujan akan menyusul, atau terang gelap sebagai penanda siang dan malam. Ah, tidak ada yang perlu kita takuti kan? Keyakinan yang sejalan dengan nurani itu tidak pernah salah, karena hati tidak pernah salah.


Satu yang aku rasakan, keyakinan itu datang ketika kita berusaha membersihkan diri kita, hati kita. Ia akan mengendap setelah melewati percakapan panjang kita dengan diri kita sendiri. Percakapan yang ada dalam keheningan. Tidak mudah untuk mendapatkan keyakinan dalam percakapan itu. Partikel yang bersemayam di hati yang terdalam itu harus mau keluar dulu untuk bercakap dengan rasa, pertanda, dan semua yang ada di semesta. Diskusi, perdebatan, pertanyaan, hingga jawaban akan terlontar satu demi satu. Menyusun satu demi satu bata dan kerikil untuk sebuah tiang keyakinan. Hanya perlu kesabaran untuk mendapatkan satu tiang utuh yang kokoh.

Keyakinan akan meresap perlahan sejalan dengan usaha kita menyinkronkan hati, pikiran, dan raga kita. Dan keyakinan itu pulalah yang akan membuat kita selalu terikat ke bumi, menjaga kita berlari dan berjalan di lintasan yang sama. Kehati-hatian, mawas diri harus terus tergenggam. Terlebih karena keangkuhan yang selalu menggoda. Keangkuhan yang selalu siap dengan jarum, sigap ingin menusuk balon-balon impian kita.

Terlepas dari apa yang kita yakini, ikhlas adalah sesuatu yang akan menjadi sahabat terbaik kita. Ikhlas
di manapun tempat kita berhenti di setiap persimpangan perjalanan dalam mengejar impian, atau pemberhentian akhir impian-impian kecil kita. Ia akan menjadi sahabat bijak, yang membantu kita  menyiapkan diri agar siap dengan semua rencana terbaik Sang Pencipta. Ikhlas akan membesarkan diri kita, untuk semua yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan selama perjalanan. Diri yang akan membuat kita bisa menikmati dan merasakan kedalaman semua impian yang ingin kita capai.

Ayo, jangan pernah berhenti untuk menciptakan impian-impian, yang tercetus hari ini, kemarin, atau nanti..  Kita kumpulkan semua cita, dan kita besarkan diri kita untuk semua yang ingin kita raih dengan mempertahankan apa yang kita yakini :)

Have a wonderful 2010 guys....


Komentar

  1. "Impian yang besar harus diiringi dengan kebesaran hati dan diri juga" bener banget mba :] butuh usaha yang ga sedikit juga tapi ya mba, nyatanya, supaya bisa legowo gini..ahuhuhuhuhu.
    s e m a n g a t
    berbesar hati, ikhlas, legowo, apapun itu, mungkin ga gampang tapi bisa diusahakan. semoga ga capek saling mengingatkan, amin :]

    BalasHapus
  2. bener banget mita.. yang suka bikin orang 'gila' adalah ketika impian tidak sejalan dengan kapabilitas kita. kebesaran omong, alias lapar mata kalo makan mah :p

    legowo, bener banget mit. berbesar hati, ikhlas dengan semua ketetapan-Nya.. terima kasih untuk jadi sahabat dan adik yang tidak bosan mengingatkan...lafyu *cupcuppelukpeluk*

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer