ka.ki.ku.

 

Aku adalah seorang pejalan kaki. Senang berjalan-jalan menikmati hari mengendarai kaki. Tidak jarang aku berjalan kaki hingga kakiku pegal. Kalau udah gini, solusi tercepat adalah berbaring, lalu angkat kaki tinggi-tinggi.

Hmm.. Bagaimana seandainya si kaki-kaki ini bisa berbicara dan berbagi dengan aku?

Apakah dia akan mengomel sepanjang hari karena harus bekerja keras?

"Kamu pikir siapa diriku bisa kamu pekerjakan seperti ini?" Seperti itu mungkin.

Ataukah dia berterima kasih karena bisa menikmati banyak pemandangan di jalan?

"Wah, terima kasih banyak telah mengajakku melihat pepohonan dan menghirup harumnya rumput basah. Tak apa lah sedikit berenang-renang dalam genangan. Hujan itu telah berbaik hati menyegarkan udara kita. Ya kan?"

Bagaimana perasaannya ketika dia cedera karena jatuh di bis bertingkat? Dirinya memar berhari-hari, dan setelah itu harus berjalan jauh karena aku bersikeras ingin sepuasnya menghirup padang rumput Edensor yang masyur oleh kisah Andrea Hirata. Disambung lagi dengan berjalan-jalan di kota cantik, menyambangi barang-barang tua di museum.

"Hai lihat kakiku sayang. Di sini kamu punya jalannya sendiri. Rapi dan teratur. Di Bandung dan kota-kota lain di tempat kita, jalanmu telah dirampas."

Mungkin dia akan menjawab, "Ya ya ya..berjalanlah sepuasmu. Memar belumlah hilang, tapi berjalan-jalan seperti ini  juga belum tentu sekali setahun bukan?"

Lalu, apakah hatinya juga senang bila aku ajak menari? Saat itu adalah saat kerja kerasnya. Naik, turun. Berjalan, berjinjit, berjongkok.

"Tenang ya kakiku sayang.. Aku tidak akan lupa memberimu makan dan minum dengan body lotion setiap pagi, supaya kamu tidak kering kerontang. Sesekali aku juga akan mengurutmu dengan minyak hangat, kemudian diselimuti dengan kaus kaki di malam hari. Supaya kamu bisa tidur dengan nyenyak setelah beraktivitas seharian.

Atau.. Bagaimana kalau aku manjakan dirimu dengan perawatan khusus kaki, seperti refleksi mungkin? Sakit sedikit, tapi setelah itu kamu jadi segar kan? Asal jangan sering-sering ya.."

Dan sepertinya kakiku ini adalah teman yang sangat setia juga penurut. Asal disayang, dia tidak akan rewel.

Komentar

  1. wah...wah...wah...
    jadi teringat berjalan sepanjang jalan bersama...
    hehehe...
    kapan2 kita jalan bareng lagi..
    heheh...
    ^_*

    BalasHapus
  2. heii...kamu masih berhutang jalan kaki dari dago sampe alun2 hayooo..kapan ya?;p

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer