ada apa setelah senyap?

Nafas yang terhela panjang. Setiap tarikan nafasnya sama dengan serangkaian proses. Pikiran yang bekerja keras, berusaha mencerna apa yang dipikir. Berusaha mendefinisikan setiap titik yang dirasa.

Entah apa yang harus dilakukan dengan kedua tapak ini. Pilihan tetap tiga. Maju, mundur, dan diam. Maju itu biasa. Diam itu tidak ada usaha. Mundur? Bukan cara yang buruk bila dengan cara itu kita bisa sampai ke tujuan. Seperti halnya dengan kereta. Tak selamanya semua bangku di kereta itu berjalan maju kan? Apa yang salah dengan menaiki kereta yang berjalan mundur bila kita akan sampai juga ke tujuan?

Senyap yang bertahan begitu lama. Di dalamnya jiwa ini mencoba untuk membaca. Sunyi yang menjadi guru. Belajar dan terus belajar. Memahami satu demi satu pertanyaan yang meluap.

Dan aku pun bertanya, "Bagaimana mungkin dirimu berkawan dengan senyap selama ini?"

Lalu ada pertanyaan untukku sendiri, "Ada apa setelah senyap?"

Pertanyaan yang sama seperti ketika kita berada di samudra luas yang tenang tak berujung. Tidak ada yang tahu di mana daratan, kapan sampai ke daratan. Aku tak tahu, dirimu pun tidak.

Ah, ternyata Sang Sutradara besar masih menyimpan cerita-Nya untuk kita.

Komentar

Postingan Populer