siapa kita?

Ketika kita memilih dan memutuskan untuk tidak membagi satu keping mozaik hidup kita kepada siapapun, ketika kita menolak untuk membagi kepingnya ketika diminta, terkadang timbul pertanyaan pada orang-orang, "Apa yang dia pikirkan?"

Mungkin karena kita merasa keping itu tidak penting untuk dibagi. Mungkin karena kita sedang ingin menyimpan keping itu sendiri. Mungkin keadaan diluar kita yang belum bisa membuat kita membagi keping itu. Mungkin karena kita mencari waktu yang tepat untuk membagi supaya kepingan itu terbaca apa adanya, tidak melahirkan salah paham. Mungkin karena kita ingin menyelesaikan keping itu sendiri sebelum dibagi. Mungkin kita merasa orang yang meminta keping itu, tidak penting untuk kita, atau bukan orang yang tepat untuk menerima keping itu.

Hmm.. tunggu. Tunggu dulu. Bagaimana kalau kita di posisi orang yang berharap atau meminta  keping hidup dari orang lain?

Mungkin.. kita haru bertanya pada diri kita sendiri. Siapakah kita, meminta keping hidup dia? Apa hak kita meminta keping hidup dia?

Komentar

  1. akhirnya, dimana kata 'negosiasi' menjadi bermakna...

    BalasHapus
  2. ya bondi..terutama negosiasi pada diri sendiri :p ihihihi

    BalasHapus
  3. Sometimes the more you wonder why, the worse it seems to get...halah! mantranya orang pemalas seperti saya ^^

    BalasHapus
  4. hmmm...mungkin juga ya nin :)

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer