harmoni.

:: writingsession


love is like playing the piano.
first you must learn to play by the rule,
then you must forget the rules and play from your heart.


dimulai dengan tangga nada, jemari ini mulai mengenal tutstuts hitam putih. dan telinga ini mulai mengenal jarak suara satu dan setengah laras. membosankan, tapi harus terlewati. sama seperti mengenalmu, aku mengenal lekuk rupamu. matamu, hidungmu, bibirmu. lalu aku mulai mengenal suaramu. juga perilakumu. senang, sedih, marah, kecewa.


setelah itu, dikenalkannya terts. nada berjarak dua dan satusetengah. dan daripadanya beranaklah percampuran nada. dari tiga nada, hingga lima nada. dari yang terdengar kaku hingga yang terdengar miring. bersamanya aku mengenalmu dari tiga hingga lima sisi. bahkan lebih. bagaimana kamu memadukan antara benak dan hatimu. harmonis.


kemudian, mari kita berbicara irama. kecepatan langkah kita melalui tapak, memungut dan menyusun tiap potong mozaik sepanjang perjalanan. dari largo hingga vivace. dari berlambatlambat menikmati pemandangan. hingga berlari menggapai mimpi. dari andante, jalanjalan santai menyusuri sungai dan melihat ricik alirnya. hingga allegro, tergesagesa mengejar kereta yang membawa kita pada petualangan lain.


lalu setelah aku mengenal setiap jarak, setiap tuts, dan suaranya, aku bisa bercerita. dengan bahasa klasik, bahasa pop, bahasa jazz. aku bisa melupakan sejenak aturan ini itu yang membosankan, untuk bermainmain dalam bahasamu. kalbuku bisa melontarkan begitu saja nyanyian dalam balutan segala emosi.


aku mengibaratkan klasik adalah bahasa membaca, pop adalah bahasa 'berkomentar', jazz adalah bahasa diskusi. jazz adalah sebuah sesi bercerita, bergurau, bercengkerama hingga kita saling mengenal satu sama lain dalam harmoninya.


kini kita bernyanyi bersama dalam sebuah lagu. berbeda nada, tapi selaras. padu dalam tawa dan tangis. sepadan dalam suka dan sedih. kaya rasa. warnawarni seperti bianglala. seperti ketika kita bermain di atas nada mayor dan minor. di atas panggung putih dan hitam.


dan ingatkah kamu pada batasan ini itu di awal pertemuan kita?


aku?


tidak.



.
tema : quote

Komentar

  1. Aku suka, dan menunggu dengan suka cita!

    BalasHapus
  2. tunggulah.. dia akan datang.. menggenapi suka citamu :)

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer