aku berdamai.
aku berdamai. apakah terpaksa atau tidak, itu diplomasi antara aku dan egoku. hati dan benak. setelah itu menunggu langit berganti gaun jingga di senja menjadi kesukaan kita.
aku berdamai. kemudian tubuhku terlipat rapatrapat, masuk ke dalam kotak. siap dikirim kapanpun kau mau. dalam benakmu, dalam jiwamu.
aku berdamai. selama kuning matahari masih mengambil selimut biru tua dengan gambar bulan dan gemintang di barat. lalu kita berhitung sebelum masuk dalam babak mimpi baru.
aku berdamai. pejam mata menyuruh telingaku mengintip apa yang kautulis dalam kertas. helaian yang berisi sejuta pesan untuk hatiku.
aku berdamai. segala keributan bersuara dalam otak. teriakan lantang, bisikan halus, aku terima dengan sabar. semoga dari yang terselip ada satu dua bait titipanmu.
aku berdamai. gempa kirimanmu terus mengguncang rasa. mungkin hanya dengan begini aku bergantung eraterat pada pemilik semesta.
aku berdamai. musim terlihat tidak bersahabat. tapi ia punya cara sendiri untuk memberi makna pada sebuah perjalanan. ke pintu di akhir bulan.
aku berdamai. gelap yang kaulempar membuat aku berjalan dengan hatihati. tertatih mencari seberkas sinar dari sebuah senyum. kemudian ada tangan terulur.
aku berdamai. pecahan kapas awan merintik, kemudian menderas. lalu aku keluar menampungnya banyakbanyak. ingin kubaca pesanmu pada langit untukku.
aku berdamai. kemudian tubuhku terlipat rapatrapat, masuk ke dalam kotak. siap dikirim kapanpun kau mau. dalam benakmu, dalam jiwamu.
aku berdamai. selama kuning matahari masih mengambil selimut biru tua dengan gambar bulan dan gemintang di barat. lalu kita berhitung sebelum masuk dalam babak mimpi baru.
aku berdamai. pejam mata menyuruh telingaku mengintip apa yang kautulis dalam kertas. helaian yang berisi sejuta pesan untuk hatiku.
aku berdamai. segala keributan bersuara dalam otak. teriakan lantang, bisikan halus, aku terima dengan sabar. semoga dari yang terselip ada satu dua bait titipanmu.
aku berdamai. gempa kirimanmu terus mengguncang rasa. mungkin hanya dengan begini aku bergantung eraterat pada pemilik semesta.
aku berdamai. musim terlihat tidak bersahabat. tapi ia punya cara sendiri untuk memberi makna pada sebuah perjalanan. ke pintu di akhir bulan.
aku berdamai. gelap yang kaulempar membuat aku berjalan dengan hatihati. tertatih mencari seberkas sinar dari sebuah senyum. kemudian ada tangan terulur.
aku berdamai. pecahan kapas awan merintik, kemudian menderas. lalu aku keluar menampungnya banyakbanyak. ingin kubaca pesanmu pada langit untukku.

aku BERUSAHA berdamai atas semua keadaan. (klise banget...)
BalasHapushaha.. biar klise, tapi manjur lo mas :)
BalasHapus