beku/dingin

beku angin menggelitik titiktitik ujung jemari kaki
dingin alir darah mengkristal menusuk selsel punggung
dan tubuhku, ingin berselimut dalam hangat bincang kita

beku seperti tuts piano yang rindu sentuhan jemarimu
dingin seperti senarnya yang menggila ingin bergetar
dan piano di sudut, ingin bernyanyi seperti musim semi

beku meski tatapmu jauh lebih beku dari tatapku
dingin meski benakmu jauh lebih dingin dari benakku
dan keakuanku, ingin meleleh dalam tulus janjimu

beku tapi kutahan sebentar lagi, dan selalu begitu
dingin tapi aku tak ingin masuk, memenjara kesendirian
dan penantian ini, masih bertahan dalam dingin dan bekumu


kemudian, beku itu mengawetkan rinduku lebih lama
jadi, mari bertahan dalam dingin, menikmati kebekuan ini
... sebentar lagi

.

Komentar

Postingan Populer