mengait benak dalam bait.

seperti kelopak kembang yang bosan berkata rindu
jatuh sedih satu per satu dalam lirik nyanyi sendu

menyisakan kantuk pada nyenyak malam yang tertunda
jauh di batas kerlip bintang ucap doa melanda

karenanya di berat mata tumpah katakata dari benak
memohon seiris kesadaran tersisa, dihidupkan menjadi anak

kemudian sepenggal beku malam mulai menipis
menjelang termaram fajar di penghujung garis

pagi meminta maaf pada senyum mentari yang membulat
untuk jiwa yang nodai cantiknya dengan khilaf berhelat

sementara berjejer rasa kasih dan sayang pada titik paduk
sebelum terik memasukkan benci dan amarah, lalu teraduk

pada tinggi gunung mengintip asa bertirai kabut
pada debur ombak bersembunyi hati berselimut

dan terkirim renjana yang tertahan pada perahu kertas oleh kebaikan hilir
sesaat lagi lepas dari koyak alas pada hulu, hanyut terbawa alir

lalu kemudian lepas...
lalu kemudian bebas...


.


berhelat v: berbohong; berdalih; berkilah; bersilat kata
paduk n (ark) garis batas tempat memulai (melemparkan) dalam permainan;

Komentar

Postingan Populer