harihariku
:: @agnasky
harihariku menyalin kembali surat yang akan kukirim untukmu. cariknya basah. deretan hurufnya luntur lagi. meleleh karena air mata yang tidak berhenti mengalir.
harihariku menahan jarum jam dinding, mengambil baterai dari mesinnya. lelah, karena waktu tidak juga berhenti, pekerjaan menunggu tidak kunjung usai.
harihariku menebar bibit ke awan. lalu mendorongnya ke utara jauhjauh. ketika langit memecahnya menjadi hujan, tetesnya mengisi celah jantungmu yang kerontang.
harihariku memasang kandil di permukaan bulan. biar angin malam meniupnya hingga berkedip genit ketika kauabadikan dalam bait rindu untukku.
harihariku menyusup dalam kelas sekolah dasar. ikut belajar berhitung dari awal, menghitung jarak langkah ke tempatmu.
harihariku membongkar kamus segala bahasa di perpustakaan. kucari kata yang tepat untuk menera ucapan hatimu. tidak ada.
harihariku menyapu debudebu yang kautinggal di ruang hatiku. tak pernah usai, angin semesta meniupnya ke dalam. lagi dan lagi.
harihariku bukan tentang hati yang kosong dan isi. tetapi tentang menyelinap, menyelip di dalamnya, mendekam, dan mengendap menjadi kerak yang tak hilang.
harihariku bukan tentang tanya dan jawab. tetapi semua yang teralir darimu selalu menjawab pertanyaan bisu hati yang terlontar benak.
harihariku membuka selubung kelopak pada hatimu dengan doa yang dibisikkan hatiku. biar matanya tercelik, sekalipun dalam kelam yang paling pekat.
harihariku menampung rintik tangis musim. hingga danau di belakang rumah senak, menenggelamkanku dalam rindu.
.
twitter : #harihariku
harihariku menyalin kembali surat yang akan kukirim untukmu. cariknya basah. deretan hurufnya luntur lagi. meleleh karena air mata yang tidak berhenti mengalir.
harihariku menahan jarum jam dinding, mengambil baterai dari mesinnya. lelah, karena waktu tidak juga berhenti, pekerjaan menunggu tidak kunjung usai.
harihariku menebar bibit ke awan. lalu mendorongnya ke utara jauhjauh. ketika langit memecahnya menjadi hujan, tetesnya mengisi celah jantungmu yang kerontang.
harihariku memasang kandil di permukaan bulan. biar angin malam meniupnya hingga berkedip genit ketika kauabadikan dalam bait rindu untukku.
harihariku menyusup dalam kelas sekolah dasar. ikut belajar berhitung dari awal, menghitung jarak langkah ke tempatmu.
harihariku membongkar kamus segala bahasa di perpustakaan. kucari kata yang tepat untuk menera ucapan hatimu. tidak ada.
harihariku menyapu debudebu yang kautinggal di ruang hatiku. tak pernah usai, angin semesta meniupnya ke dalam. lagi dan lagi.
harihariku bukan tentang hati yang kosong dan isi. tetapi tentang menyelinap, menyelip di dalamnya, mendekam, dan mengendap menjadi kerak yang tak hilang.
harihariku bukan tentang tanya dan jawab. tetapi semua yang teralir darimu selalu menjawab pertanyaan bisu hati yang terlontar benak.
harihariku membuka selubung kelopak pada hatimu dengan doa yang dibisikkan hatiku. biar matanya tercelik, sekalipun dalam kelam yang paling pekat.
harihariku menampung rintik tangis musim. hingga danau di belakang rumah senak, menenggelamkanku dalam rindu.
.
twitter : #harihariku

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..