[balasan] aku (bukannya) menunggu.

:: sadgenic



Aku bukannya menunggu, aku hanya bersabar melihatmu bagaimana dirimu berjalan tertatih tanpaku. Karena satu saat, mungkin kamu akan berjalan sendiri.


Aku bukannya menunggu, aku hanya mengamatimu menyiapkan diri untuk menyambutku. Baju apa yang kaupilih, dan senyum mana yang kaukenakan nanti.


Aku bukannya menunggu, aku hanya melihat seberapa cemburumu bila aku terlalu akrab berkawan waktu.


Aku bukannya menunggu, aku hanya ingin tahu perjuanganmu melepaskan aku dari sandera lengan waktu yang kian menjerat. Karena aku pasti akan melepaskanmu bila kau menjadi tawanannya.


Aku bukannya menunggu, aku hanya bagaimana kauhabiskan perjalanan menujuku. Sepertinya kaurangkaikan kelopak bunga tercantik dan dedaun hijau yang terserak untuk dikalungkan padaku.


Aku bukannya menunggu, aku hanya ingin tahu bagaimana kaubebaskan dirimu dari dingin tanpa selendang doa yang sedang kurajut bersama waktu.


Aku bukannya menunggu, aku hanya melihat bagaimana kauabadikan rindumu pada sebuah bingkai. Jika nanti terpasang di dinding rumah kita, kita akan menghargai kemewahan ketiadaan jarak dan waktu antara kita.


.

membalas tulisan perempuan yang melahirkan katakata cantik, rahne putri..

Komentar

  1. sukaaaaaaaaaa :D makasih mbaak

    BalasHapus
  2. senang kalau kamu sukaaa.. karena aku suka bangeetttt sama tulisanmu :) yang jelas, kalo ngga ada tulisanmu, tulisan ini ngga ada :)

    BalasHapus
  3. Semacam meledak jadi supernova... :)
    Nanti aku balas deh... hehe

    BalasHapus
  4. @eswlie : hahaha.. balas2an.. :)

    @rahne : punya adikmu juga dibalas kali yaa? hahahaha.. nanti kita kompile gimana?

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer