ayat yang bisu.

gambar dari sini



ayatayat ini lahir dari istanamu
dari sepetak ruang terlupakan
yang terus mengingat sejarah
meski mencoba bisu dalam cerita lampau

lentera dan kandil yang dulu terang
hanya bercerita suram

kulit besi dan lemari yang dulu menyimpan gagah
hanya mendongeng rapuh

cermin dan jam kuno yang memberi bayang setiap detaknya
hanya bertutur tentang impian yang hampa

dua bocah bersayap, ikut bungkam
yang bergantung, yang menanggung antik guci

lantas akankah bahagia menjadi penutup kisah
jika kitabmu itu masih juga bisu?



.

Komentar

  1. dan seperti biasa...
    aku ga ngerti.

    hihihihihi

    .yk.

    BalasHapus
  2. ngga usah dimengerti mi..di'rasa' aja :)

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer