#30 | (lagi-lagi) defrag otak.
Dalam skala yang sangat super canggih, otak kita bekerja seperti komputer. Ada prosesor dan ada memori. Kadang ada saat ngehang, ada saat memori penuh, tapi sering kali kebingungan mendefrag otak kita.
Btw, what is defrag in Indonesian?
Setelah mencolek Uncle Google, saya menemukan tautan ini : How To Defrag Your Mind In 5 Easy Steps, ditulis oleh Dragos Roua.
Intinya, proses defrag itu adalah mengoptimalkan kerja otak karena informasi yang ada di otak kita tidak diletakkan di tempat yang tepat. Karena berantakan, kita membutuhkan waktu dan energi yang lebih untuk memanfaatkan info-info tersebut. Setelah didefrag, harapannya data di otak kita kembali rapi sehingga lebih mudah diakses, berpikir lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan membuat otak kita tidak cepat ngehang lagi.
Bagaimana caranya?
Intinya sih mengidentifikasi fokus dan informasi penting, mengatur prioritas, mengabaikan yang tidak penting, dan terakhir membuat simulasi harian dalam imajinasi kita.
Untuk saya, saya selalu menyediakan satu ruang tersendiri dalam jadwal mingguan saya di agenda untuk menuliskan hal ini. Jadi hal-hal penting yang belum terjadwalkan pasti sudah tertulis, tidak memenuhi ruang memori otak kita.
Salah satu yang membuat memori kita penuh adalah saat kita membawa atau menganggap hal-hal yang tidak penting ke dalam rak "penting". Fokusnya jadi terlalu banyak.
Saya akui, saya memiliki kelemahan di sini, memilah dan memilih prioritas. Kadang saya pusing sendiri untuk melakukan tahap ini karena saya terlalu banyak pertimbangan. Kebanyakan mikir, lalu kelelahan sendiri sebelum rencana tersusun.
Dalam artikel tadi ada simulasi membayangkan dalam 15 menit, apa saja yang akan dilakukan dalam sehari, dari bangun tidur sampai kembali tidur. Di sini, kita dapat melihat kembali apakah semua informasi yang diperlukan sudah tersedia, apakah prioritas sudah seimbang, apakah semua yang tidak perlu sudah terbuang?
Nah, yang ini saya belum coba.
Dilihat sekilas, cara tadi mirip dengan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas ingatan kita, yaitu memutar kembali kegiatan sehari dari bangun sampai tidur dalam 15 menit, dilakukan sebelum tidur.
Itu defrag otak versi Dragos Roua. Tapi sebenarnya, apa defrag paling mujarab untuk saya?
Liburan, atau pergi ke tempat yang baru. Ada yang bilang "Getting lost make your memory space much bigger. Knowing new people (culture) make your heart bigger." Setuju?
Mencoba sesuatu yang baru. Tampaknya ada bagian yang ter-refresh saat itu.
Tidur nyenyak yang lamaaaa. Duh, yang ini kok masih jadi barang mahal dan langka buat saya, ya?
Jalan-jalan tanpa rencana dengan angkot. Jujur, saya suka sekali naik angkot ganti-ganti trayek tanpa tujuan kalau lagi suntuk. Banyak hal menarik yang dapat dilihat. Mengamati penumpang yang ada (kalau saya tidak lagi duduk di depan). Tempat duduk favorit saya, kalau tidak di sebelah supir, di paling pojok belakang, jadi bisa melihat pemandangan melalui kaca belakang.
Tapi, terkadang cara-cara tersebut kurang efektif. Jadi sampai sekarang saya masih mengumpulkan alternatif lain untuk mendefrag otak. Ada yang mau berbagi tips?
Btw, what is defrag in Indonesian?
Setelah mencolek Uncle Google, saya menemukan tautan ini : How To Defrag Your Mind In 5 Easy Steps, ditulis oleh Dragos Roua.
Intinya, proses defrag itu adalah mengoptimalkan kerja otak karena informasi yang ada di otak kita tidak diletakkan di tempat yang tepat. Karena berantakan, kita membutuhkan waktu dan energi yang lebih untuk memanfaatkan info-info tersebut. Setelah didefrag, harapannya data di otak kita kembali rapi sehingga lebih mudah diakses, berpikir lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan membuat otak kita tidak cepat ngehang lagi.
Bagaimana caranya?
Intinya sih mengidentifikasi fokus dan informasi penting, mengatur prioritas, mengabaikan yang tidak penting, dan terakhir membuat simulasi harian dalam imajinasi kita.
Untuk saya, saya selalu menyediakan satu ruang tersendiri dalam jadwal mingguan saya di agenda untuk menuliskan hal ini. Jadi hal-hal penting yang belum terjadwalkan pasti sudah tertulis, tidak memenuhi ruang memori otak kita.
Salah satu yang membuat memori kita penuh adalah saat kita membawa atau menganggap hal-hal yang tidak penting ke dalam rak "penting". Fokusnya jadi terlalu banyak.
Saya akui, saya memiliki kelemahan di sini, memilah dan memilih prioritas. Kadang saya pusing sendiri untuk melakukan tahap ini karena saya terlalu banyak pertimbangan. Kebanyakan mikir, lalu kelelahan sendiri sebelum rencana tersusun.
Dalam artikel tadi ada simulasi membayangkan dalam 15 menit, apa saja yang akan dilakukan dalam sehari, dari bangun tidur sampai kembali tidur. Di sini, kita dapat melihat kembali apakah semua informasi yang diperlukan sudah tersedia, apakah prioritas sudah seimbang, apakah semua yang tidak perlu sudah terbuang?
Nah, yang ini saya belum coba.
Dilihat sekilas, cara tadi mirip dengan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas ingatan kita, yaitu memutar kembali kegiatan sehari dari bangun sampai tidur dalam 15 menit, dilakukan sebelum tidur.
Itu defrag otak versi Dragos Roua. Tapi sebenarnya, apa defrag paling mujarab untuk saya?
Liburan, atau pergi ke tempat yang baru. Ada yang bilang "Getting lost make your memory space much bigger. Knowing new people (culture) make your heart bigger." Setuju?
Mencoba sesuatu yang baru. Tampaknya ada bagian yang ter-refresh saat itu.
Tidur nyenyak yang lamaaaa. Duh, yang ini kok masih jadi barang mahal dan langka buat saya, ya?
Jalan-jalan tanpa rencana dengan angkot. Jujur, saya suka sekali naik angkot ganti-ganti trayek tanpa tujuan kalau lagi suntuk. Banyak hal menarik yang dapat dilihat. Mengamati penumpang yang ada (kalau saya tidak lagi duduk di depan). Tempat duduk favorit saya, kalau tidak di sebelah supir, di paling pojok belakang, jadi bisa melihat pemandangan melalui kaca belakang.
Tapi, terkadang cara-cara tersebut kurang efektif. Jadi sampai sekarang saya masih mengumpulkan alternatif lain untuk mendefrag otak. Ada yang mau berbagi tips?

berlibuuur..tanpa gadget kecuali HP, matikan moda internet :D
BalasHapus