#22 | warga kota.

Estetika (kota sebenarnya) bukan dari mural atau karya seni, melainkan dari sungai yang jernih, lingkungan yang asri, di mana warga saling tersenyum.

Kira-kira itu yang disampaikan Pak Tisna Sanjaya saat mendiskusikan kota Bandung beberapa hari lalu.

Jitu sekali!

Setuju, seni dan keindahan kota itu tidak perlu hanya dari karya seninya. Tapi yang lebih mendasar adalah bagaimana kita warga kotanya peka terhadap keindahan alami yang sudah mewarnai kota ini.

Ah, saya jadi membayangkan kota yang asri terjaga baik lingkungan maupun perilakunya akan memberikan senyuman yang tak henti untuk warganya.

Ya, kita kadang mengaku orang kota, tapi sikapnya tidak mencerminkan warga kota. Kalau kata walikota saya melalui teman saya (ribet ya? :p), orang kota itu menggunakan fasilitas kota sebagaimana fungsinya tanpa banyak memasang rambu. Jadi kalau jalan raya buat parkir, pedestrian untuk parkir atau gerobak jualan, tandanya belum siap jadi warga kota.

Nah, kita sudah jadi warga kota belum ya?

Komentar

Postingan Populer