untuk tuan muda.
apakah kauingat, tuan muda?
betapa sulit kita saling mengeja kehangatan. pengetahuan rasa kita hanyalah sepotong tanya dan jawab yang tak utuh. tersusun begitu lama karena sebuah ruang diantaranya. ruang hampa berbeda dimensi yang mengisi celah dan beranakpinak di sana.
apakah kausadar, tuan muda?
waktu telah mengiris sedikit demi sedikit ruang itu. lalu sebentar lagi kita bisa mengeja petualangan rasa kita lebih baik. hingga kita bisa bertutur tentang rasa tanpa tergagap. hingga kita bisa menuliskannya dalam lembaran langit. terang, seperti matahari dan bintang. menghantarkannya dalam gulungan ombak. cerita kita menyebar, menumpang pada setiap tetes air hingga ke sungaisungai.
apakah kaumau, tuan muda?
menandai minggu satu persatu. mengiris balok waktu yang membatasi. sedikit demi sedikit, hingga kita potong bersama irisan terakhirnya. nanti, setelah tercampak potongan terakhir, kita pasang lampion kertas warna warni di titik temu kita. kita rayakan pertemuan dengan segelas air putih. ya, karena apa yang mengikat kita sederhana. seperti segelas air putih membilas dahaga. sempurna dan bersahaja.
apakah kausiap, tuan muda?
.
betapa sulit kita saling mengeja kehangatan. pengetahuan rasa kita hanyalah sepotong tanya dan jawab yang tak utuh. tersusun begitu lama karena sebuah ruang diantaranya. ruang hampa berbeda dimensi yang mengisi celah dan beranakpinak di sana.
apakah kausadar, tuan muda?
waktu telah mengiris sedikit demi sedikit ruang itu. lalu sebentar lagi kita bisa mengeja petualangan rasa kita lebih baik. hingga kita bisa bertutur tentang rasa tanpa tergagap. hingga kita bisa menuliskannya dalam lembaran langit. terang, seperti matahari dan bintang. menghantarkannya dalam gulungan ombak. cerita kita menyebar, menumpang pada setiap tetes air hingga ke sungaisungai.
apakah kaumau, tuan muda?
menandai minggu satu persatu. mengiris balok waktu yang membatasi. sedikit demi sedikit, hingga kita potong bersama irisan terakhirnya. nanti, setelah tercampak potongan terakhir, kita pasang lampion kertas warna warni di titik temu kita. kita rayakan pertemuan dengan segelas air putih. ya, karena apa yang mengikat kita sederhana. seperti segelas air putih membilas dahaga. sempurna dan bersahaja.
apakah kausiap, tuan muda?
.

like this! :)
BalasHapustengkyu writingmate :)
BalasHapussaya siap, madamoiselle. tp saya terhitung tidak muda lagi. :p
BalasHapuscieh...writingmate, hehehe soo how is the progress mbak mbak ku yang pintar dan hebat2 ini...
BalasHapusmbak danti.. suka dengan kata "tuan muda" ini sangat kuat dan menegaskan.. hmmm love love :)
@erwin : yah.. kalo gitu aku ganti.. tuan tidak muda lagi.. :p
BalasHapus@fitri : doakan ya..semoga segera approve! :D makasih...