apel bukan untukku.

legenda memilih apel
untuk menidurkan sang putri dalam peti kaca
demi ciuman sang pangeran

takdir eksak pun memilih apel
untuk mendefinisikan jatuh bebas
tertulis atas nama seorang pemuda pada jutaan buku

rona merah dan hijau pun memilih apel
untuk menyelimuti manis dagingnya
menggoda mata untuk melirik dan mencumbunya

dan kini kaupertanyakan mengapa ada apel
hei, sini kemarilah. kubisikkan sesuatu untukmu
legenda mencatat aku tidak tergoda manisnya apel
tak kupedulikan merah dan hijau ranum
karena aku setia pada biru langit
yang menyelimuti aku kala tidur
     dan menciumku dengan hembusan angin
cintaku masih terjatuh pada biru hamparan laut
yang membiarkan aku tenggelam dalam riak

Komentar

Postingan Populer