titipanmu pada gerimis.
pada gerimis ini kautitipkan jarum. dinginnya menusuk hingga ke tulang. mungkin untuk membangunkan sarafsaraf yang malas merasa.
lalu jarumjarum itu, sayang, menumpang pada butiran merah darah hingga sampai ke jantung. mengetuknya hingga bersahut debar.
tak cukup menggetar, ia memaksanya masuk, kemudian merebut singgasana. dan melalui tusukan jarum yang mulai melebur gigilnya, ia torehkan sebuah tulisan. namamu.
butir merah darah itu masih juga membawa jarumjarum itu berkelana. keluar masuk satu pembuluh ke pembuluh lain tanpa tersesat. masih juga dicari tujuan berikutnya. otak. benak dan pikiran. lalu torehan namamu berdiam dan berkembang biak di sana. sesuka hati.
saat yang sama pada potongan dunia yang lain, ada senyum yang tersimpul. kamu berkata dengan hatimu sendiri, misi selesai.
.
lalu jarumjarum itu, sayang, menumpang pada butiran merah darah hingga sampai ke jantung. mengetuknya hingga bersahut debar.
tak cukup menggetar, ia memaksanya masuk, kemudian merebut singgasana. dan melalui tusukan jarum yang mulai melebur gigilnya, ia torehkan sebuah tulisan. namamu.
butir merah darah itu masih juga membawa jarumjarum itu berkelana. keluar masuk satu pembuluh ke pembuluh lain tanpa tersesat. masih juga dicari tujuan berikutnya. otak. benak dan pikiran. lalu torehan namamu berdiam dan berkembang biak di sana. sesuka hati.
saat yang sama pada potongan dunia yang lain, ada senyum yang tersimpul. kamu berkata dengan hatimu sendiri, misi selesai.
.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..