sudikah?

::  writingsession

perempuan itu berbisik dan menarikku ke belakang. disodorkannya aku segelas katakata hangat. manisnya cukup dengan sesendok senyum. tipis. tenang. tulus. dibiarkannya aku mereguk tiap hurufnya.

perempuan itu berbisik dan menarikku ke belakang. disuguhinya aku sepiring katakata lezat . legit dengan semua keramahannya. lalu diperhatikannya aku mengunyah tiap penggalannya. menelan tiap ejaannya.

..

perempuan itu berbisik dan menarikku ke belakang. tak ada lagi katakata tersaji dalam makanan, dalam minuman. sudah habis katanya.

tapi tahukah kau? apa yang tertinggal dari setiap teguknya, setiap gigitannya, masih mengendap. mendarah daging bersama setiap penggalan cerita yang dibaginya malam itu.

jadi, tuan putri, besok aku yang berbisik dan menarikmu ke belakang. mereguk setiap gelas batinku. mengunyah setiap ejaan benakku.


sudikah?

  

Komentar

Postingan Populer