nanti.

nanti
mungkin menjadi penanda waktu yang buram
sesaat diharap dengan degup
sesaat ingin kubuang jauhjauh dengan tanya,
     kenapa harus nanti

lalu di kala itu
aku berjalan perlahan, berusaha titi pada setiap jejaknya
hanya ada putih, lalu kucuri diamdiam perona pipi
dari kamar tetangga
kuusap tipistipis
"ssst, supaya tidak pucat"

kering dan dingin sudah terlewat
dan aku mencari tangan yang seharusnya berkait di milikku

kemudian kulirik dengan sudut kerling
ah, kamu di situ
mengumpulkan gumpalgumpal awan
dan membuangnya satu demi satu
hanya untuk memanggil berkasberkas sinar
agar aku bisa selalu melihat dan berhatihati
dengan langkahku

aku menginginkan nanti yang baru
ketika langit sudah bersih dari awan
dan kamu di kananku
berjalan mengikuti berkasberkas itu

... bersama

Komentar

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer