5, 6, 7.. 8, 9, 10!
Siang tadi ada yang tiba-tiba menyesak. Tampaknya ada sapaan hangat. Maafkan tak bisa langsung kubalas sapaan itu walaupun ingin. Cepat-cepat waktu kucuri. Cepat-cepat pula kutulis surat. Surat Pembuka, agar yang terbaik segera tersingkap. Kupercayakan pengirimannya pada Sang Tukang Pos yang Maha itu.
Ah, tak sabar melihat sabit berhitung hingga sepuluh, persis seperti anak-anak yang masih belajar mengenal angka. Dengan binar dan cemas. Harapan yang sisipi percikan takut.
.. lima, enam, tujuh.
Aku nantikan balasannya.
..delapan, sembilan, sepuluh!
Sekarang, cepat-cepat kugenapi hari hingga bisa kututup dengan lelap. Semoga tak hanya sapaan dengan balasan terburu-buru. Tapi perjumpaan hangat yang menggenapi malam.
Selamat malam, sebentar lagi sebelum lelap, kukirimkan kembali Surat-Surat untukmu.
Ah, tak sabar melihat sabit berhitung hingga sepuluh, persis seperti anak-anak yang masih belajar mengenal angka. Dengan binar dan cemas. Harapan yang sisipi percikan takut.
.. lima, enam, tujuh.
Aku nantikan balasannya.
..delapan, sembilan, sepuluh!
Sekarang, cepat-cepat kugenapi hari hingga bisa kututup dengan lelap. Semoga tak hanya sapaan dengan balasan terburu-buru. Tapi perjumpaan hangat yang menggenapi malam.
Selamat malam, sebentar lagi sebelum lelap, kukirimkan kembali Surat-Surat untukmu.

good night, sleep tight, dream bright, mbak dan..c
BalasHapusmbak daaaan, ingin dengar ceritanya...^^
BalasHapus*semalam aku juga kirim Surat, untuk buah senyumku. Semoga Tukang Pos Maha menyampaikannya :)