rindu menjadi bintang.
Seorang sahabat berkata padamu suatu hari yang lampau. Bahwa binar-binar mata itu penuh kejutan. Seperti bintang yang selalu mengintip kala malam. Kau tangkap imajinasi liarnya dengan kata-katamu, setelah puas bermain-main dalam labirin rasamu.
Bersama bintang-bintang itu, kau raih keluguannya untuk bertutur. Senyum riangnya membakar semangatmu. Teriakannya menyoraki lari penamu. Terus melenggang meninggalkan batas.
Kaki-kaki mungilnya perlu kehangatanmu untuk melangkah. Langkahmu akan mengiringi mereka berjalan dan berlari. Riangnya mengisi hatimu ketika satu persatu tirai semesta tersingkap.
Bersama mereka kauingat apa yang terlupa. Menggantung bintang hidup di langit. Menjadi terang dalam kelam. Menjadi titik-titik air yang terus menyelam hingga dasar. Berpijak pada budaya, berkarya untuk dunia.
Langkah tak pernah berhenti, biar peluh menitik.
Kini ia tahu betapa merindumu menjadi. Pada masa yang sama seperti bintang-bintangmu berpijak. Pada rasa yang terpanggil kembali, yang membuat penamu menari tak henti-henti.
Bersama bintang-bintang itu, kau raih keluguannya untuk bertutur. Senyum riangnya membakar semangatmu. Teriakannya menyoraki lari penamu. Terus melenggang meninggalkan batas.
Kaki-kaki mungilnya perlu kehangatanmu untuk melangkah. Langkahmu akan mengiringi mereka berjalan dan berlari. Riangnya mengisi hatimu ketika satu persatu tirai semesta tersingkap.
Bersama mereka kauingat apa yang terlupa. Menggantung bintang hidup di langit. Menjadi terang dalam kelam. Menjadi titik-titik air yang terus menyelam hingga dasar. Berpijak pada budaya, berkarya untuk dunia.
Langkah tak pernah berhenti, biar peluh menitik.
Kini ia tahu betapa merindumu menjadi. Pada masa yang sama seperti bintang-bintangmu berpijak. Pada rasa yang terpanggil kembali, yang membuat penamu menari tak henti-henti.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..