[tanpa judul] #1

:: Kirana

Deg.

Sesaat beku. Darah seakan berhenti, dan jantung berontak dengan meloncat-loncat. Berdegup. Ah, kenapa bisa sampai begini? Mungkin karena aku lupa menaburkan bubuk kayumanis, bubuk keberuntunganku, dalam segelas teh hangat malam ini.

...senyap.

Mendadak bisu. Aku tak bisa berkata, apa yang bisa aku lakukan hanya bernafas panjang. Mata terpejam, hingga hanya rasa yang 'terlihat. Memeluk bantal erat-erat bisa membantu. Seperti cenayang yang komat kamit membaca mantra, hati sibuk komat kamit menulis Surat.

Harus merentang waktu di saat-saat seperti ini. Menarik yang melayang kembali berpijak. Mengikat logika erat-erat. Mendekap pikiran baik kencang-kencang. Menyalakan lilin-lilin harapan untuk menerangi jalan.

Berhenti menapak tidak lah salah. Sejenak saja, tidak lebih. Mengumpulkan ketenangan dan kesabaran yang tak sengaja terserak. Mundur sedikit, mungkin berguna untuk sebuah lompatan panjang. Jangan lupa tersenyum untuk kembali menggandeng waktu.

Komentar

Postingan Populer