piring.
kamu tidak hanya mewadahi kelezatan dalam santapan.
tapi juga mewadahi bahagia yang turut.
kamu juga menjadi saksi mereka yang bahagia makan bersama.
melihat setiap senyum yang terselip
dalam bibir yang menari mengunyah.
mendengar celoteh suka yang menyempil disela bunyi kunyahan.
ya, kamu bercerita banyak.
bagi perempuan, kamu yang tertumpuk rapi itu naluri.
bagi laki-laki, itu didikan ibu,
didikan yang mendarah daging, hingga di bawah sadar.
...
satu dua ceritamu tentang Biru.
yang tertumpuk rapi di pinggir meja.
kamu yang pertama melihat sebuah pertemanan baru.
persahabatan baru.
yang termandikan di bak cuci.
kamu merasakan ada hangat yang saling berbincang.
sejak saat itu, Semesta tak henti berbisik.
memang yang kecil dan tak nampak bercerita banyak.
lalu, apa lagi ceritamu?


Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..