jangan pernah berubah.
Ada yang berjejak di saat rembulan sedikit demi sedikit mengintip. Ada yang merengkuh dayung ketika gelap mewarnai malam. Ada yang mengepakkan sayapnya ketika matahari mulai bangun dan menyapa.
Setiap orang punya cara sendiri bagaimana melalui jalan itu. Punya cara sendiri bagaimana meraih impian. Memaknai tiap meninggalkan jejak.
Ya, setiap orang punya cara sendiri berterima kasih pada Sang Kehidupan.
Di situ ada kamu, dia, dan jalan yang terbentang di depannya. Tidak ada yang bisa mengubah yang kamu punya, karena ia terlahir bersamamu. Vice versa, dia pun begitu. Kamu dan dia hanya perlu menggantung rambu-rambu. Dan meyakini jalan yang terbaik.
Rembulan dan matahari, mereka tak pernah berhenti menyanyikan lagu lama. Lagu yang sama tapi tak pernah kehilangan rasa manisnya. Terbitnya matahari, hadirnya rembulan, tidak pernah mengenal kata terlambat. Satu sama lain berbagi tempat yang sama.
Rembulan. Matahari. Terangnya mempesona. Penuh tawa, penuh kebebasan. Di bawah naungan mereka, di jalan ini, hilir mudik warna warni akan datang menyapa. Akan ada semarak kejutan.
Pagi, siang, sore, hingga malam. Kamu dan dia memaknai mereka dengan rasa yang berbeda. Semua manis, semua indah. Tapi akan lebih manis dan indah ketika ada perjumpaan di persimpangan, dan kalian berbagi jalan yang sama. Ya, walaupun kamu dan dia punya cara sendiri memaknai jalan.
Berjalanlah bersama memaknai malam berlentera rembulan, dengan cara yang berbeda. Terbanglah bersama mengejar mimpi ditemani matahari, dengan cara yang berbeda. Dan jangan pernah berubah, karena kita punya cara sendiri memaknai jalan.
Aku? Jangan pedulikan. Aku hanya orang asing yang mencintai kamu dan dia, seperti halnya aku mencintai Biru dan Berani. Aku hanya orang asing yang ingin melihat kalian berbagi jalan bersama. Melihat kalian bahagia. Lalu aku pun bahagia.
Dari sini terlihat, masih banyak tapak yang akan dilalui. Dengan hatimu, caramu, rasamu sendiri-sendiri, tetaplah berjalan berirama. Tetaplah terbang bersama.
Jangan pernah berubah.
Kamu tetap kamu, dia tetap dia.
Setiap orang punya cara sendiri bagaimana melalui jalan itu. Punya cara sendiri bagaimana meraih impian. Memaknai tiap meninggalkan jejak.
Ya, setiap orang punya cara sendiri berterima kasih pada Sang Kehidupan.
Di situ ada kamu, dia, dan jalan yang terbentang di depannya. Tidak ada yang bisa mengubah yang kamu punya, karena ia terlahir bersamamu. Vice versa, dia pun begitu. Kamu dan dia hanya perlu menggantung rambu-rambu. Dan meyakini jalan yang terbaik.
Rembulan dan matahari, mereka tak pernah berhenti menyanyikan lagu lama. Lagu yang sama tapi tak pernah kehilangan rasa manisnya. Terbitnya matahari, hadirnya rembulan, tidak pernah mengenal kata terlambat. Satu sama lain berbagi tempat yang sama.
Rembulan. Matahari. Terangnya mempesona. Penuh tawa, penuh kebebasan. Di bawah naungan mereka, di jalan ini, hilir mudik warna warni akan datang menyapa. Akan ada semarak kejutan.
Pagi, siang, sore, hingga malam. Kamu dan dia memaknai mereka dengan rasa yang berbeda. Semua manis, semua indah. Tapi akan lebih manis dan indah ketika ada perjumpaan di persimpangan, dan kalian berbagi jalan yang sama. Ya, walaupun kamu dan dia punya cara sendiri memaknai jalan.
Berjalanlah bersama memaknai malam berlentera rembulan, dengan cara yang berbeda. Terbanglah bersama mengejar mimpi ditemani matahari, dengan cara yang berbeda. Dan jangan pernah berubah, karena kita punya cara sendiri memaknai jalan.
Aku? Jangan pedulikan. Aku hanya orang asing yang mencintai kamu dan dia, seperti halnya aku mencintai Biru dan Berani. Aku hanya orang asing yang ingin melihat kalian berbagi jalan bersama. Melihat kalian bahagia. Lalu aku pun bahagia.
Dari sini terlihat, masih banyak tapak yang akan dilalui. Dengan hatimu, caramu, rasamu sendiri-sendiri, tetaplah berjalan berirama. Tetaplah terbang bersama.
Jangan pernah berubah.
Kamu tetap kamu, dia tetap dia.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..