dear gia.
Gia,
Mencintai itu memang indah.
Kata orang, bisa membuat kita lupa segalanya. Tapi apakah cinta namanya bila ilusi mulai mengendap-endap dan berhasil menyelinap, menarik kita ke dunia yang entah milik siapa? Ketika ilusi mulai menjadi raja, siapakah dia yang mencuri baju bernama cinta?
Berbagi itu memang indah.
Tapi jangan biarkan apa yang kau bagi itu menjadi racun. Nyata tidak bisa kaubungkam, walaupun terkadang berteman dengannya berarti sakit dan menyapa pedih. Hati hanya perlu menjadi besar dan lapang untuk bisa memberi senyum untuk sakit dan pedih. Untuk itu, berilah ruang yang cukup untuk hatimu berkembang. Berilah ruang itu senyum, hingga sakit dan pedih bisa menjadikanmu lebih menghargai dirimu sendiri untuk sebuah bahagia.
Bercerita tentang impian memang indah.
Janganlah kau peluk terlalu erat mimpi-mimpimu hingga terseret dalam nyata. Biarkan dia di sana, mengajakmu bermain dan bersenang kala berselimut lelap. Tapi bangunlah bila kamu masih ingin terus hidup. Menapaki jalan yang memang jalan. Menghirup yang harus dihirup.
Aku tahu, ksatriamu tidak pernah ingin menyakitimu dengan berkata tidak. Ia tidak ingin berkata tajam untuk membuatmu pedih. Begitu pedihnya hingga kamu rela melepaskan kekangnya, dan menjadi ksatria untuk hati yang lain.
Sekarang, biarlah ksatriamu memilih apa yang ingin dia rasakan.
Salam,
Dara
Mencintai itu memang indah.
Kata orang, bisa membuat kita lupa segalanya. Tapi apakah cinta namanya bila ilusi mulai mengendap-endap dan berhasil menyelinap, menarik kita ke dunia yang entah milik siapa? Ketika ilusi mulai menjadi raja, siapakah dia yang mencuri baju bernama cinta?
Berbagi itu memang indah.
Tapi jangan biarkan apa yang kau bagi itu menjadi racun. Nyata tidak bisa kaubungkam, walaupun terkadang berteman dengannya berarti sakit dan menyapa pedih. Hati hanya perlu menjadi besar dan lapang untuk bisa memberi senyum untuk sakit dan pedih. Untuk itu, berilah ruang yang cukup untuk hatimu berkembang. Berilah ruang itu senyum, hingga sakit dan pedih bisa menjadikanmu lebih menghargai dirimu sendiri untuk sebuah bahagia.
Bercerita tentang impian memang indah.
Janganlah kau peluk terlalu erat mimpi-mimpimu hingga terseret dalam nyata. Biarkan dia di sana, mengajakmu bermain dan bersenang kala berselimut lelap. Tapi bangunlah bila kamu masih ingin terus hidup. Menapaki jalan yang memang jalan. Menghirup yang harus dihirup.
Aku tahu, ksatriamu tidak pernah ingin menyakitimu dengan berkata tidak. Ia tidak ingin berkata tajam untuk membuatmu pedih. Begitu pedihnya hingga kamu rela melepaskan kekangnya, dan menjadi ksatria untuk hati yang lain.
Sekarang, biarlah ksatriamu memilih apa yang ingin dia rasakan.
Salam,
Dara

mbak Dannn... like this :)
BalasHapusnitip pesen buat gia, mbak dan.
BalasHapus"dear gia, life goes on no matter what. so, embrace your pain and face your fears. everything'll be alright.."
hehe :)