merah.
merah itu berbicara dalam tarian keheningan
mungkin karena amarahnya atau luapannya yang membuncah
mengaisngais satu titik yang entah di mana hingga berputarputar
ada emosi yang terbakar kemudian menguap
berteriak, suaranya berarak kemudian lepas
menyisakan serpih abu lalu mulai terisak
nafasnya tersengalsengal, hingga di ujung letih
dan akhirnya lepas kata, merunduk dalam senyap


Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..