surat untuk senja.

kepada: senja
di penghujung batas langit dan bumi


senja, ingin kupeluk dirimu eraterat, bolehkah? hingga tak beranjak engkau dari ujung ufuk. ketika penguasa langit menjemputmu, bilang saja padanya, kau sudah tertidur dalam kamarku, terbuai kisahku yang masih terjebak dalam rasa yang sama. rasa yang semakin hambar. sebelum malam bosan dengan kisah gulana yang tak kunjung habis, sini, kubisikkan padamu, "tolong aku. aku lunglai terbawa dingin angin malam, aku hanyut oleh alir biru laut yang menua."

kamu tahu senja, siapa yang menghilangkan makna dari baitbait ceritaku? dia, penguasa kristal es dari langit utara. dibuatnya ruang hati ini kaku dalam beku. dan ditiupkannya sendu dari kawat pembuluhnya.

ah, taukah kamu, senja. aku menunggu dalam kebekuan ini, untuk kereta yang akan dikirimkannya menjemputku. kereta bersayap menuju gugusan gemintang pada langit utara, tempat ia mematri mimpinya. katanya, aku bisa mematri mimpiku di sana.

tapi entahlah, mungkin mimpiku sudah lemas membeku. mengkristal bersama pasir dalam gelas yang menghitung perputaran waktu. lalu meretak perlahan, sekarat dalam penantian.

senja, bisikkan pada langit kuning, simpan sebilah berkasnya pada langit. sampaikan untuk dia, penguasa kristal. dan, bisikkan pula padanya, senja, teteskan sepotong mimpinya padaku lewat hujan yang merintik. biar kutanam pada tanahku, kupupuk menjadi mimpi yang baru. mimpi yang berhati.




salam,

penabur benih mimpi
di titik berangkat gulita

Komentar

  1. aku merasa cantik baca tulisan ini :)

    BalasHapus
  2. hoho.. kamu selalu cantik perempuansore :)

    BalasHapus
  3. iya, cerita yang cantik dari hati yang keluh. ouch! :)

    BalasHapus
  4. kalo sebaliknya gimana : cerita keluh dari hati yang cantik... hahaha, hati yang cantik ngga pernah mengeluarkan keluh yaa :p

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer