surat untuk pagi.
kepada: pagi
di balik kabut yang masih meniupkan gigil
pagi, padamu tersimpan misteri hari. juga harapan yang kelak menjadi wujud. sama seperti keretaku, dan perahuku. pada kepulan asapnya tersimpan misteri. pada luapan tinta yang tersenyum ada yang menyampaikan sebentuk harap di bandar.
pagi, padamu kuukir lukisan waktu. sama seperti pasir yang diteteskannya pada bejana kaca. pagi, padamu aku membisikkan pesan untuk semesta. sama seperti bisikkan yang meluap pada sujudnya.
untuk itu, pagi, kuberikan sepotong senyumku. sama seperti pesanku kemarin, kemarin dulu, dan harihari sebelumnya. guratkan senyum itu pada dirinya melalui setiap berkasmu yang menghangatkan hatinya. lukiskan senyumku pada siapapun yang menyapanya. biar ia tahu, aku adalah dunia yang tersenyum padanya. sampaikan pula padanya, aku masih berjaga di dermaga bandar.
salam,
pengumpul senyum yang terserak
di tepian waktu
di balik kabut yang masih meniupkan gigil
pagi, padamu tersimpan misteri hari. juga harapan yang kelak menjadi wujud. sama seperti keretaku, dan perahuku. pada kepulan asapnya tersimpan misteri. pada luapan tinta yang tersenyum ada yang menyampaikan sebentuk harap di bandar.
pagi, padamu kuukir lukisan waktu. sama seperti pasir yang diteteskannya pada bejana kaca. pagi, padamu aku membisikkan pesan untuk semesta. sama seperti bisikkan yang meluap pada sujudnya.
untuk itu, pagi, kuberikan sepotong senyumku. sama seperti pesanku kemarin, kemarin dulu, dan harihari sebelumnya. guratkan senyum itu pada dirinya melalui setiap berkasmu yang menghangatkan hatinya. lukiskan senyumku pada siapapun yang menyapanya. biar ia tahu, aku adalah dunia yang tersenyum padanya. sampaikan pula padanya, aku masih berjaga di dermaga bandar.
salam,
pengumpul senyum yang terserak
di tepian waktu

wah aku telat baca ... harusnya aku baca tadi pagi :)
BalasHapushehehe.. :) aku aja postingnya udah keburu malem tuh... haha..
BalasHapus