surat untuk malam.
kepada: malam
di balik tirai, jauh dari mentari
padamu berkumpul segala bentuk kisah atas lelah hari yang berlalu lambat, seperti perjalanan tersendat, melewati sesak. peluh yang mendaki mimpi, kemudian rasa yang terhempas ke dalam jurang terjal.
dan kali ini, untukmu teruntai kisah yang kehabisan kata. makna yang terkikis karena terlalu sering terucap. arti yang hambar karena tergenang oleh linangan air mata. aku mengadu padamu, malam. atas kabut tebal yang mendesakku hingga hilang arah. atas kelu yang kian membeku. dan sayat yang mengiris bertubitubi.
berharap kau membalasnya dengan sebuah jawaban. dalam terang yang telah kenyang mencerap bisikan pada gelapnya langit. dan mengejanya bulatbulat pada mata hatiku.
salam,
sebentuk gulana
di penghujung hari yang terkantukkantuk
di balik tirai, jauh dari mentari
padamu berkumpul segala bentuk kisah atas lelah hari yang berlalu lambat, seperti perjalanan tersendat, melewati sesak. peluh yang mendaki mimpi, kemudian rasa yang terhempas ke dalam jurang terjal.
dan kali ini, untukmu teruntai kisah yang kehabisan kata. makna yang terkikis karena terlalu sering terucap. arti yang hambar karena tergenang oleh linangan air mata. aku mengadu padamu, malam. atas kabut tebal yang mendesakku hingga hilang arah. atas kelu yang kian membeku. dan sayat yang mengiris bertubitubi.
berharap kau membalasnya dengan sebuah jawaban. dalam terang yang telah kenyang mencerap bisikan pada gelapnya langit. dan mengejanya bulatbulat pada mata hatiku.
salam,
sebentuk gulana
di penghujung hari yang terkantukkantuk

really heart it...
BalasHapustenkyuuu :)
BalasHapus