untuk air matamu.

awan bergumpalgumpal, masih seputih kapas
mengarak di lautan biru
     seperti perahu yang menikmati lelapnya hari

bukan ilusi, bukan imajinasi

andai sayapku bisa membawa terbang
kuraih meski harus meregang tubuh panjangpanjang
kumasukkan kantung penuhpenuh
kubawa pulang 

dan padamu 'kan kukatakan,
'untuk air matamu yang menetes pada setiap perhentian waktu'

Komentar

Postingan Populer