kotak musik.
aku,
hadiah kecil dari Semesta
datang padamu suatu pagi
hei,
aku ini kotak milik langit
mungil seperti kotak musik
dengan rona bianglala
aku bisikkan padamu,
aku datang bukan untuk kaumiliki
Semesta meminjamkanku padamu
saat sang empunya meninggalkanku berkelana
sini, aku beri kunci untuk mengintip
Semesta bilang padaku, kamu boleh masuk
sini,
kunyanyikan sebuah lagu untukmu
ting.. ting.. ting..
satu dua lirik mengundang tawa
satu dua lainnya mengundang haru
indah bukan?
hei, sini lihat lebih dekat
ada yang murni di dalamnya, melebihi emas
ada hangat cinta seperti matahari
ada canda tawa yang menyelimuti
jangan kau iri pada langit
satu saat bisa kaumiliki aku
nanti, setelah menjadi bintang
ah, meminjamkanku padamu hanya siasat saja
Semesta menyiapkan sebuah perhelatan, diamdiam
menjadi kejutan di musim penghujan nanti
kini tertutup awan, tak satupun boleh mengintip
sabit bulan yang kurus pun tak bisa menyelinap
dan sekarang
nikmati saja dendangku, reguk hangatnya
biarkan laguku mengiringi alirmu menuju langit
kapankapan, kau boleh meminjamku lagi
kirim saja Surat pada Semesta
hadiah kecil dari Semesta
datang padamu suatu pagi
hei,
aku ini kotak milik langit
mungil seperti kotak musik
dengan rona bianglala
aku bisikkan padamu,
aku datang bukan untuk kaumiliki
Semesta meminjamkanku padamu
saat sang empunya meninggalkanku berkelana
sini, aku beri kunci untuk mengintip
Semesta bilang padaku, kamu boleh masuk
hingga nanti bulan mengambilku kembali
tenang saja, langit takkan marahsini,
kunyanyikan sebuah lagu untukmu
ting.. ting.. ting..
satu dua lirik mengundang tawa
satu dua lainnya mengundang haru
indah bukan?
hei, sini lihat lebih dekat
ada yang murni di dalamnya, melebihi emas
ada hangat cinta seperti matahari
ada canda tawa yang menyelimuti
jangan kau iri pada langit
satu saat bisa kaumiliki aku
nanti, setelah menjadi bintang
ah, meminjamkanku padamu hanya siasat saja
Semesta menyiapkan sebuah perhelatan, diamdiam
menjadi kejutan di musim penghujan nanti
kini tertutup awan, tak satupun boleh mengintip
sabit bulan yang kurus pun tak bisa menyelinap
dan sekarang
nikmati saja dendangku, reguk hangatnya
biarkan laguku mengiringi alirmu menuju langit
kapankapan, kau boleh meminjamku lagi
kirim saja Surat pada Semesta

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..