laut dan langit.

Satu kali, berbincanglah laut dan langit, saling menanyakan kabar. Dibilang selalu bertemu, ya mereka selalu bertemu, saling bertegur sapa dibalik layar cakrawala. Dibilang selalu terpisah, ya mereka terpisah oleh ruang besar berkehidupan di tengahnya.

...

Apa kabarmu? Belum juga berpisah, aku sudah ingin mendengar ceritamu.

Ya, tak banyak cerita hari ini. Tapi ceritaku adalah ceritamu dalam bayanganku. Pandanglah aku, dan kamu akan melihat dirimu dengan senyum matahari. Kamu akan melihat banyak kicau yang berjalan-jalan dalam pelukmu

Entah mengapa tiba-tiba aku memanggilmu. Entah mengapa aku hanya ingin bercakap denganmu. Aku hanya ingin melihat senyum dalam riakmu.

Bisa kah aku berjalan-jalan menghirup udara yang berbeda?

Seperti mereka yang menikmati langit senja. Berjalan-jalan di taman, dibelai sepoi. Begitulah bisikan awan yang selalu bertamasya membawa cerita. Atau seperti dirimu yang merasakan titik-titik pasir yang selalu menggelayut manja pada sapuan ombakmu.

Atau mungkin aku yang di atas sana melihat bayang, karena aku tak pernah bercermin.

Aku ingin merasakan gelitik ikan-ikan. Merasakan lambaian rumput-rumput laut.

Dengan rona warna yang sama, aku pun ingin merasakan belaian angin hangat. Aku ingin merasakan diduduki rembulan. Aku ingin merasakan dipeluk matahari.

Aku tidak ingin mengubah hidupmu, hanya terkadang ingin merasakan yang kaurasakan. Ketika aku ingin menjadi laut sepertimu, aku tidak ingin memaksamu menjadi aku. Tapi tak mungkin ada dua laut tanpa langit.

Ya, dan ketika aku ingin ringan melayang, tak mungkin ada dua langit tanpa laut.

...

Mungkinkah laut dan langit bertukar?

Apakah Sang Bumi akan murka bila laut menjadi langit bertukar?

Atau selama ini mereka bertukar, tapi karena mereka pintar menyamar menyamakan rona, tak pernah ada yang tahu?

Ah, mungkin hanya sebuah permainan rahasia antara mereka, dan kita tidak pernah tahu. Tidak pernah tahu. Dan bincang mereka tak ada hentinya, hingga tak merasa perlahan malam semakin kelam. Bintang-bintang pun keluar mendengar bincang mereka. Tertawa terkikik. Berbisik-bisik pada mahluk-mahluk yang akan lelap. Ceritanya, tak ada gunanya kita bertukar menjadi orang lain, karena mereka pun terkadang iri, ingin menjadi kita.

Komentar

Postingan Populer