ca.lis.tung.
Ada masanya kita belajar mengeja aksara untuk sebuah buku, dan setelahnya mengeja tiap detik untuk membaca kehidupan. Ada masanya kita belajar menulis dengan pena untuk sebuah karangan, dan setelahnya menulis dengan karya untuk mengisi jiwa-jiwa yang lapar. Ada masanya kita belajar berhitung untuk angka-angka, dan setelahnya kita berhitung untuk menggenapi hitungan semesta
Ada kumpulan masa yang telah lalu dimana jiwa-jiwa diberi makan. Mereka tidak tahu bagaimana mencari makan. Dan mereka berhenti hanya pada buku, karangan, dan angka. Mereka tidak melanjutkan perjalanan dengan membaca kehidupan. Tidak memiliki bekal untuk mengisi jiwa yang lapar. Tidak cukup besar hati untuk menggenapi hitungan semesta.
Itu dulu.
Sekarang aku berdiri di sini hanya berbekal tulus yang secukupnya. Hati yang seadanya. Isi pikiran yang terbatas. Mencoba untuk terus membuka yang tidak tergapai di masa lampau. Tidak cukup waktu dan energi untuk menyalahkan masa lalu yang tak genap. Tapi bekalku yang sedikit, semoga cukup untuk sebuah kelapangan hatiku untuk berbagi.
Ada kumpulan masa yang telah lalu dimana jiwa-jiwa diberi makan. Mereka tidak tahu bagaimana mencari makan. Dan mereka berhenti hanya pada buku, karangan, dan angka. Mereka tidak melanjutkan perjalanan dengan membaca kehidupan. Tidak memiliki bekal untuk mengisi jiwa yang lapar. Tidak cukup besar hati untuk menggenapi hitungan semesta.
Itu dulu.
Sekarang aku berdiri di sini hanya berbekal tulus yang secukupnya. Hati yang seadanya. Isi pikiran yang terbatas. Mencoba untuk terus membuka yang tidak tergapai di masa lampau. Tidak cukup waktu dan energi untuk menyalahkan masa lalu yang tak genap. Tapi bekalku yang sedikit, semoga cukup untuk sebuah kelapangan hatiku untuk berbagi.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..