[#31/37] rutinitas.
Tadi seorang teman bergumam, ingin memberikan sugesti pada dirinya sendiri: "Tidak ingin dikendalikan rutinitas. Tidak ingin dikendalikan rutinitas. Tidak ingin dikendalikan rutinitas. Tidak ingin dikendalikan rutinitas....." Terus begitu.
Hmm.. Menarik!
Jadi bertanya-tanya, apakah selama ini aku menjadi subjek atau objek atas rutinitas itu? Apakah selama ini aku bisa 'menaklukan' rutinitas? Atau aku yang dikendalikan?
Sebentar... Memangnya, dikendalikan rutinitas itu seperti apa sih?
Apakah ketika kita merasa dikendalikan rutinitas itu berarti rutinitas itu sudah melebihi kapasitas? Ataukah ketika itu kita yang sebenarnya tidak dapat mengatur waktu dengan baik?
Aku hanya memberikan interpretasi impulsif ketika obrolan tadi : kita dapat mengendalikan rutinitas ketika kita sudah sangat menguasai apa yang kita kerjakan, sehingga kita dapat lebih leluasa mengatur celah-celah di antara rutinitas dan lebih banyak memasukkan hal-hal menyenangkan dan menyegarkan (baca : refreshing).
Betulkah?
Ah, hanya satu hal yang tercetus tiba-tiba. Tampaknya menarik untuk dipertanyakan lagi menjadi monolog panjang. Nanti, ketika aku sudah bisa mengendalikan rutinitas. Haha..
...
curi-curi menulis di sela-sela rutinitas.. :p
Hmm.. Menarik!
Jadi bertanya-tanya, apakah selama ini aku menjadi subjek atau objek atas rutinitas itu? Apakah selama ini aku bisa 'menaklukan' rutinitas? Atau aku yang dikendalikan?
Sebentar... Memangnya, dikendalikan rutinitas itu seperti apa sih?
Apakah ketika kita merasa dikendalikan rutinitas itu berarti rutinitas itu sudah melebihi kapasitas? Ataukah ketika itu kita yang sebenarnya tidak dapat mengatur waktu dengan baik?
Aku hanya memberikan interpretasi impulsif ketika obrolan tadi : kita dapat mengendalikan rutinitas ketika kita sudah sangat menguasai apa yang kita kerjakan, sehingga kita dapat lebih leluasa mengatur celah-celah di antara rutinitas dan lebih banyak memasukkan hal-hal menyenangkan dan menyegarkan (baca : refreshing).
Betulkah?
Ah, hanya satu hal yang tercetus tiba-tiba. Tampaknya menarik untuk dipertanyakan lagi menjadi monolog panjang. Nanti, ketika aku sudah bisa mengendalikan rutinitas. Haha..
...
curi-curi menulis di sela-sela rutinitas.. :p

nggak ngerti sama istilah "dikendalikan ataupun mengendalikan rutinitas". Yg ada cuma "ngatur waktu dengan baik atau buruk" dan "memilih untuk mengerjakan apa saja".
BalasHapus:D
begitulah.
ya.. sesederhana itu ya sebetulnya.. :p tetapi kadang yang disalahkan 'rutinitas' itu, haha..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapustapi vir *nambahin* terkadang memang terkadang si 'rutinitas' itu 'overload'. terutama ketika kita belum benar2 menguasai si rutinitas itu.. jadi memang perlu adaptasi yang cukup lama untuk tau celahnya dan bisa tarik ulur seperti yang kita mau dan memberikan kita waktu luang yang lebih banyak..
BalasHapusSetiap hal di alam semesta itu kan sebuah siklus yang berputar... mereka punya rutinitasnya sendiri-sendiri... jadi kita tidak mungkin melepaskan dari apa yang disebut rutinitas... Yang mungkin dilakukan adalah menjadikan rutinitas kita sebagai bermakna dan menyenangkan... atau menjadi korbannya...
BalasHapusPilihan lain, ya memilih bentuk rutinitas yang berbeda... Untuk yang itu sih kita manusia punya pilihan!
sepakat pak andy! :) kita memilih rutinitas kita..walau terkadang idak sesederhana yang kita bayangkan.
BalasHapus