salahkah?

salahkah aku bila aku membenci puisi cintamu? karena aku tahu, katakatamu berenang menuju redup. kemudian tak bernyawa di ujung cakrawala.

salahkah aku bila aku membenci rayu lagumu? liuk nadamu bagai pantai teluk. semakin lama hilang takluk oleh gelombang besar rindu yang tak kunjung sampai.

salahkah aku bila aku membenci pandanganmu yang dalam? tajamnya bagai lembing menghunus mendung. lalu langit memburam bermingguminggu, kalah oleh tangis hujan.

Komentar

Postingan Populer