[#27/37] melaut dan berpesta.
Aku percaya setiap manusia memiliki lautan hasrat (passion, ada terjemahan lain yang lebih sesuai?) sendiri-sendiri. Terlahir dari hulu, hidup kita mengalir melalui sungai, mengalir menuju lautan yang telah digariskan semesta.
Sungai itu tidak lurus, teman. Berkelok-kelok melalui berbagai pemandangan. Memijak berbagai dasar. Ada pasir, ada batu, ada tanah. Dan ribuan cabang ditemui sepanjang jalannya.
Keinginan dan semangat yang besar selalu mendorong maju. Keberanian selalu menemani setiap aliran ketika memilih jalan pada persimpangan.
Pada setiap alirnya kita berpesta. Dalam keadaan sulit pun, kita berpesta. Mencoba memaknai setiap riaknya. Kita tidak perlu berkoar-koar menjadikan setiap pohon, rumput, dan semua makhluk di tepian mengetahui tujuan kita. Dari setiap riaknya, mereka mengetahui apa yang kita rayakan. Bahkan mereka, semua hal yang menemani kita di setiap perjalanan, turut berpesta.
Di setiap arusnya ada yang semu, ada yang kekal. Pada setiap waktunya kita pungut apa yang kekal untuk ikut menghanyut pada alir. Mengumpulkan setiap keping inspirasi untuk melaut. Dan pada alirku, masih banyak tetes-tetes kosong yang siap melarutkan setiap inspirasi yang ada.
Mari melaut, dan berpesta pada setiap riaknya!!
...
Sang Maha, terima kasih untuk setiap keping inspirasi yang melarut dalam alirku.. :)
Sungai itu tidak lurus, teman. Berkelok-kelok melalui berbagai pemandangan. Memijak berbagai dasar. Ada pasir, ada batu, ada tanah. Dan ribuan cabang ditemui sepanjang jalannya.
Keinginan dan semangat yang besar selalu mendorong maju. Keberanian selalu menemani setiap aliran ketika memilih jalan pada persimpangan.
Pada setiap alirnya kita berpesta. Dalam keadaan sulit pun, kita berpesta. Mencoba memaknai setiap riaknya. Kita tidak perlu berkoar-koar menjadikan setiap pohon, rumput, dan semua makhluk di tepian mengetahui tujuan kita. Dari setiap riaknya, mereka mengetahui apa yang kita rayakan. Bahkan mereka, semua hal yang menemani kita di setiap perjalanan, turut berpesta.
Di setiap arusnya ada yang semu, ada yang kekal. Pada setiap waktunya kita pungut apa yang kekal untuk ikut menghanyut pada alir. Mengumpulkan setiap keping inspirasi untuk melaut. Dan pada alirku, masih banyak tetes-tetes kosong yang siap melarutkan setiap inspirasi yang ada.
Mari melaut, dan berpesta pada setiap riaknya!!
...
Sang Maha, terima kasih untuk setiap keping inspirasi yang melarut dalam alirku.. :)

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..