analogi dalam secangkir kopi.

seorang teman. sahabat tepatnya.

tidak terlalu sering bertatap muka, dan selalu terkemas alasan 'sibuk'. akhirnya hanya ketikan kata dari jari menari yang bertukar.

lalu kita berbagi cerita. menyambung rasa.

tak ada suara selain penanda sampainya pesan. kadang tak terkatakan, tapi rasa berbicara. kadang pula analogi yang berbicara lebih banyak dari katakata.

perjumpaan singkat, satu dua kali. kopi hitam, kopi susu, atau apapun embelembel yang menebeng pada aroma kopi selalu duduk manis di meja.

lalu apa lagi yang bisa kauharapkan dari sebuah persahabatan ini?

Komentar

  1. hmmm... kopi di ruang tengah rumahmu... sambil baca dan blogging...^^ kapan lagi?

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer