ampas kopi dan kenangan yang terkubur di dalamnya.
kepala yang berat. mungkin karena timbunan biji kopi yang menumpuk. maksud hati mengosongkan otak dari asap penat, apa daya sedimen ampas tidur selapis demi selapis.
ah, ampas kopi bagai pemakaman. nisannisan kenangan pahit yang terkubur berjajar rapi. kemudian satu dua kali waktu, aku menziarahinya. melanglang menilik masa lalu. tanpa tangis, tanpa tawa. hambar.
mungkin aku harus lebih berhatihati. kenangan mana yang akan kubiarkan terkubur. kenangan mana yang kubakar, dan kutabur abunya pada hanyut air lalu. hilang tak berbekas.
ah, ampas kopi bagai pemakaman. nisannisan kenangan pahit yang terkubur berjajar rapi. kemudian satu dua kali waktu, aku menziarahinya. melanglang menilik masa lalu. tanpa tangis, tanpa tawa. hambar.
mungkin aku harus lebih berhatihati. kenangan mana yang akan kubiarkan terkubur. kenangan mana yang kubakar, dan kutabur abunya pada hanyut air lalu. hilang tak berbekas.

Ayo kita giling lagi aja ampas kopinya, biar yang tinggal wangi2nya =)
BalasHapushaha.. ampas halusnya buat luluran aja de.. jangan sampai mengendap di otak.. kulit halus mulus.. :))
BalasHapus