telingamu.
langit masihlah biru. bercermin pada laut dengan riak ombak yang memutih, dan menjelma menjadi awan. impian tentang dia, masih terbentang menjadi lukisan di setiap samudera. warnanya tak kunjung meluntur oleh asin garam lautan.
kusinggahi setiap lapis awan. terbang melayang menikmati ombak tiupan angin. tak perlu balon udaraku untuk melintasimu. adalah harap dan asa yang menjadi sepasang sayap. pada setiap semilir, kutitip sebuah bunga doa. yang akan mengembang pada sehelai daun.
telingamu.
kusinggahi setiap lapis awan. terbang melayang menikmati ombak tiupan angin. tak perlu balon udaraku untuk melintasimu. adalah harap dan asa yang menjadi sepasang sayap. pada setiap semilir, kutitip sebuah bunga doa. yang akan mengembang pada sehelai daun.
telingamu.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..