tanyamu jawabku.
:: @agnasky
@agnasky: untuk sehelai daun yang jatuh perlahan. lelahkah engkau bertahan, ataukah ranting yang tak lagi memberi tautan?
@mbakdan: untuk sehelai daun yang jatuh, kumenyaru menjadi humus, menyelinap masuk ke intimu lewat akar yang memeluk bumi.
@agnasky: lalu, serangga di pepohon rimbun. untuk siapa senandung mengalun: malam basah berembun, ataukah tangis yg tertimbun?
@mbakdan: serangga malam bersenandung untuk sebentuk dirimu. tangis harumu mengembun. lalu fajar menguapkannya dalam relungmu.
@agnasky: jalan setapak yang kupahat, kemana ia mendekat: ke sudut hatimu lekat, ataukah pelosok dadaku sendiri yg sunyi senyap?
@mbakdan: keloknya seperti jalan rahasia. tapi kutahu di mana ujungnya berada. satu sudut terpencil tempat hati kita berpulang.
@agnasky: kelokan sunyi yang sering buatku nyeri, adakah datang dari suram lampu merkuri, ataukah ada kenanganmu yang tercuri?
@mbakdan: kelokmu sunyi dalam rindu yang menyepi. mungkin nyerimu hadir karena kehilangan sepotong kenangan yang tersimpan rapi.
@agnasky: kenanganmu yang kautitip hingga kini, mesti kemana kuajak ia menepi, sedang bumi separuhnya lebih adalah lautan tak bertepi.
@mbakdan: kenanganku, biarlah kauajak bertualang mengikuti puncak ombak, terhanyut riak. terhempas pada pantai yang menjadi takdirnya.
@agnasky: lalu malam yang mencuri separuh bulan, apa yang hendak ia sembunyikan: purnama penuh ia janjikan, ataukah jiwa yg kesepian?
@mbakdan: malam menyelimuti separuh resah yang tak perlu kautahu. dan sebelah yang terang, biarlah ia menemanimu dalam rahasia bisu
@agnasky: jika gelap ditakdirkan membuat perahuku karam separuh badan, maukah kau bangunkan aku, biar kucuri kayuh di sisa malam?
@mbakdan: takkan karam perahumu bersamaku, kujangkarkan ia pada bintang utara. biarlah mimpi kita menggenapi tekateki malam.
@agnasky: untuk sehelai daun yang jatuh perlahan. lelahkah engkau bertahan, ataukah ranting yang tak lagi memberi tautan?
@mbakdan: untuk sehelai daun yang jatuh, kumenyaru menjadi humus, menyelinap masuk ke intimu lewat akar yang memeluk bumi.
@agnasky: lalu, serangga di pepohon rimbun. untuk siapa senandung mengalun: malam basah berembun, ataukah tangis yg tertimbun?
@mbakdan: serangga malam bersenandung untuk sebentuk dirimu. tangis harumu mengembun. lalu fajar menguapkannya dalam relungmu.
@agnasky: jalan setapak yang kupahat, kemana ia mendekat: ke sudut hatimu lekat, ataukah pelosok dadaku sendiri yg sunyi senyap?
@mbakdan: keloknya seperti jalan rahasia. tapi kutahu di mana ujungnya berada. satu sudut terpencil tempat hati kita berpulang.
@agnasky: kelokan sunyi yang sering buatku nyeri, adakah datang dari suram lampu merkuri, ataukah ada kenanganmu yang tercuri?
@mbakdan: kelokmu sunyi dalam rindu yang menyepi. mungkin nyerimu hadir karena kehilangan sepotong kenangan yang tersimpan rapi.
@agnasky: kenanganmu yang kautitip hingga kini, mesti kemana kuajak ia menepi, sedang bumi separuhnya lebih adalah lautan tak bertepi.
@mbakdan: kenanganku, biarlah kauajak bertualang mengikuti puncak ombak, terhanyut riak. terhempas pada pantai yang menjadi takdirnya.
@agnasky: lalu malam yang mencuri separuh bulan, apa yang hendak ia sembunyikan: purnama penuh ia janjikan, ataukah jiwa yg kesepian?
@mbakdan: malam menyelimuti separuh resah yang tak perlu kautahu. dan sebelah yang terang, biarlah ia menemanimu dalam rahasia bisu
@agnasky: jika gelap ditakdirkan membuat perahuku karam separuh badan, maukah kau bangunkan aku, biar kucuri kayuh di sisa malam?
@mbakdan: takkan karam perahumu bersamaku, kujangkarkan ia pada bintang utara. biarlah mimpi kita menggenapi tekateki malam.

serasa lagi nonton natgeo yg liputannya ttg desa manaaa gitu.., yg belum ada listrik :P
BalasHapus