sebuah pengingat.
pagi ini aku ingin memelukmu. lebih erat dan lebih erat lagi.
pagi ini aku ingin terus memanggilmu. lagi dan lagi.
kalau aku mendekapmu lebih erat
apakah karena aku takut?
kalau aku mengucap namamu di sepanjang jalanku
apakah karena aku lebih tentram jika terus memanggilmu?
seperti apapun kami, aku tahu kau tetap mencintaiku, mencintai kaumku tanpa syarat. caramu penuh rahasia. dan atas cintamu pada kaumku itu, kaukirim serangkaian pengingat.
getar kuat pada pijakan bumi mengingatkan, kami telah memorakporandakan sebentuk kasih sayang.
kepul asap dan muntahan lahar mengingakatkan, kami telah menghanguskan sebentuk cinta.
luapan air bah mengingatkan, kami telah menghanyutkan sebentuk ingatan kami atas kuasamu.
dan semua itu, tuhan, semoga mengingatkan kami untuk terus berbagi cinta. sebentuk hadiah terindah yang kautitipkan pada kami.
....
semoga para korban bencana diberi kekuatan untuk menghadapi ujian ini. dan semoga yang tidak terkena bencana, tidak pernah lelah berbagi cinta.
pagi ini aku ingin terus memanggilmu. lagi dan lagi.
kalau aku mendekapmu lebih erat
apakah karena aku takut?
kalau aku mengucap namamu di sepanjang jalanku
apakah karena aku lebih tentram jika terus memanggilmu?
seperti apapun kami, aku tahu kau tetap mencintaiku, mencintai kaumku tanpa syarat. caramu penuh rahasia. dan atas cintamu pada kaumku itu, kaukirim serangkaian pengingat.
getar kuat pada pijakan bumi mengingatkan, kami telah memorakporandakan sebentuk kasih sayang.
kepul asap dan muntahan lahar mengingakatkan, kami telah menghanguskan sebentuk cinta.
luapan air bah mengingatkan, kami telah menghanyutkan sebentuk ingatan kami atas kuasamu.
dan semua itu, tuhan, semoga mengingatkan kami untuk terus berbagi cinta. sebentuk hadiah terindah yang kautitipkan pada kami.
....
semoga para korban bencana diberi kekuatan untuk menghadapi ujian ini. dan semoga yang tidak terkena bencana, tidak pernah lelah berbagi cinta.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..