tak sajak tak cinta.
:: @agnasky
@agnasky: aku, memergoki diri sendiri, terantuk sepi. cinta, dan kamu, apa yang ditunggu?
@mbakdan: aku menunggumu menggenapi rasamu untukku. dan cinta? dia pun menyepi menunggu semesta mengamininya.
@agnasky: aku tahu. sejak kupahat dirimu, dari tulang rusukku satu. belum juga kugenapi kamu, dengan rinduku.
@mbakdan: menggenapi diriku tidak dengan rindu. tapi dengan melarutkan jarak dan waktu dalam larutan, nafas yang bersahut.
@agnasky: rinduku adalah kita, sepasang kukuh beringin, berharap abadi, saling mendampingi, melihat abad berganti.
@mbakdan: bila rindu adalah kita, dengan apakah ia hidup? bila rindu adalah abadi mendampingi, bagaimana dengan bentang yang menyelinap diamdiam?
@agnasky: rindu, bukan satu-satunya kutuju. bagaimana ia hidup? ah, biar Tuhan menyapihnya. kita, hanya meretas jalan.
@mbakdan: ya, rindu hanya satu dari ribuan bisikan semesta yang mengeja namamu. dan Tuhan menjawabnya, ketenangan hati.
@agnasky: aku, memergoki diri sendiri, terantuk sepi. cinta, dan kamu, apa yang ditunggu?
@mbakdan: aku menunggumu menggenapi rasamu untukku. dan cinta? dia pun menyepi menunggu semesta mengamininya.
@agnasky: aku tahu. sejak kupahat dirimu, dari tulang rusukku satu. belum juga kugenapi kamu, dengan rinduku.
@mbakdan: menggenapi diriku tidak dengan rindu. tapi dengan melarutkan jarak dan waktu dalam larutan, nafas yang bersahut.
@agnasky: rinduku adalah kita, sepasang kukuh beringin, berharap abadi, saling mendampingi, melihat abad berganti.
@mbakdan: bila rindu adalah kita, dengan apakah ia hidup? bila rindu adalah abadi mendampingi, bagaimana dengan bentang yang menyelinap diamdiam?
@agnasky: rindu, bukan satu-satunya kutuju. bagaimana ia hidup? ah, biar Tuhan menyapihnya. kita, hanya meretas jalan.
@mbakdan: ya, rindu hanya satu dari ribuan bisikan semesta yang mengeja namamu. dan Tuhan menjawabnya, ketenangan hati.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..