kamu dan rindu.
:: @eswlie
@eswlie: bila rindu adalah gelas-gelas getas, siapakah yang memecahkannya hingga berderai?
@mbakdan: gelas rindu pecah berderai. kaupecahkan dengan memanggil waktu, mengikat kita dalam satu bahasa. akankah serpihnya menyatu kembali?
@eswlie: luka, atau suka? di manakah suaranya kau pakai menggarisi rindu?
@mbakdan: ah, terkadang kita tak bisa membedakan rintihan suka dan keriaan luka. rindu? hanya berkas kecil yang menyelinap, menusuk tajam.
@eswlie: pinjami aku sayap, karena kepakku hanya kelepak. Pinjami aku waktu karena kelakku hanya bercak.
@mbakdan: akankah kita saling meminjamkan kepak? karena hanya dengan sepasang kepak waktu akan menggenap.
@eswlie: rindu? bungkam yang paling diam. riuh paling rusuh.
@mbakdan: dan kamu? ada yang paling tiada. nyata yang paling semu.
@eswlie: bila rindu adalah gelas-gelas getas, siapakah yang memecahkannya hingga berderai?
@mbakdan: gelas rindu pecah berderai. kaupecahkan dengan memanggil waktu, mengikat kita dalam satu bahasa. akankah serpihnya menyatu kembali?
@eswlie: luka, atau suka? di manakah suaranya kau pakai menggarisi rindu?
@mbakdan: ah, terkadang kita tak bisa membedakan rintihan suka dan keriaan luka. rindu? hanya berkas kecil yang menyelinap, menusuk tajam.
@eswlie: pinjami aku sayap, karena kepakku hanya kelepak. Pinjami aku waktu karena kelakku hanya bercak.
@mbakdan: akankah kita saling meminjamkan kepak? karena hanya dengan sepasang kepak waktu akan menggenap.
@eswlie: rindu? bungkam yang paling diam. riuh paling rusuh.
@mbakdan: dan kamu? ada yang paling tiada. nyata yang paling semu.

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..