[repost] "Heroes" atau "Quantum Leap"?
Sore. Di rumah, tepatnya di ruang makan, mengelilingi sebuah meja persegi yang sudah berumur 20 tahunan. Aku sedang ngobrol sama Mbak Ari dan Dodi. Tiba-tiba ada sesuatu yang aneh. Cahaya di atas kepala. Seperti cahaya dari lampu-lampu rumah biasa, cahaya warm white yang tiba-tiba menyala. 'Aduh, apa ini? Hmmm.. apakah aku akan mati?'. Hmm..liat sekeliling, ngga ada sosok-sosok yang berpenampakan seperti malaikat pencabut nyawa...'alhamdulillah'
Di penglihatanku, sekelilingku tampak lebih terang. Yah, sebagaimana adanya lampu di atas kepala yang ikut menerangi sekelilingku. Dan setelah itu, seakan-akan ada yang bersuara, entah dari mana. 'Pejamkan matamu sejenak, kemudian bukalah kembali'. Kuturuti saran suara yang entah dari mana itu.
Setelah aku buka mata, aku sudah tidak berada di tempat sebelumnya, yaitu kursi di sudut meja yang berseberangan dengan lemari es. Sekarang aku sudah berada di depan lemari es, dengan tangan masih di berada di handle pintu freezer yang kebuka. Berpindah tempat, tapi masih ngobrol sama Mbak Ari dan Dodi, dan masih dengan topik pembicaraan yang sama dengan sebelumnya.
Sesaat kemudian, 'suara' yang tidak terdengar itu muncul lagi. 'Inilah kemampuanmu yang baru. Tetapi kelebihan ini tidak untuk bersenang-senang. Setiap kamu merasa ada cahaya yang bersinar di atas kepala, kamu harus memejamkan mata sambil bersujud, dan setelah itu, turuti kata hatimu'.
Selang beberapa jam, ada cahaya di atas kepala, dan aku langsung teringat pesan yang sebelumnya terdengar. Aku langsung memejamkan mata sambil bersujud. Ketika aku membuka mata, aku berada di depan cafe di sebuah mall besar. Dan aku tahu apa yang terjadi. Aku dalam sebuah misi, dan aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku harus menemui seseorang -yang sebelumnya belum pernah aku kenal- untuk menegosiasikan sesuatu. Sesaat kemudian, bereslah perundingan yang harus kulakukan -aku lupa apa yang harus dinego, hehehe-.
Hanya selang beberapa menit, muncul lagi cahaya di atas kepala itu. Dan walaupun baru terjadi sekali, rasanya seperti sudah beratus-ratus kali aku lakukan hal itu. Aku jongkok, bersujud, sambil memejamkan mata. Kubuka mata, aku masih di tempat yang sama, di mall yang sama, tapi tampaknya tidak sama persis. Yang jelas waktunya berbeda, entah itu kembali ke masa lalu, atau malah maju. Ada kegiatan 'renovasi' besar-besaran antara kejadian pertama, dengan yang sekarang, tapi ngga tau kronologisnya, ngga tau mana yang duluan, mana yang belakangan. Ya sudahlah, aku tidak terlalu menghiraukan hal ini. Sudah ada misi baru. Bertemu dengan seseorang -yang juga belum aku kenal- dengan misi lainnya. Oh, satu lagi. Setiap membuka mata dengan misi baru, ada kelebihan lain yang aku punya. Misalnya membaca pikiran orang, atau mem'beku'kan waktu. Tapi tiap misi beda-beda kelebihannya. Kemampuan satu misi muncul saat aku membuka mata, akan hilang saat cahaya berikutnya bersinar.
Setelah itu, selang beberapa menit atau beberapa jam selalu ada cahaya di atas kepala, dan kemudian aku berjongkok, bersujud, dan memejamkan mata, dan aku berpindah ke beberapa tempat, dengan misi tertentu. Ada beberapa misi yang harus aku jalani, walaupun aku tidak ingat misinya apa saja, tapi cukup banyak misi yang aku kerjakan saat itu.
Selang beberapa waktu setelah misi terakhir, ada cahaya bersinar. Tidak di atas kepala seperti biasa, dan bukan cahaya lampu. Seperti cahaya matahari yang menembus pori-pori kelopak mata, dan kemudian secara estafet menyalakan api saraf-saraf tubuh. Yah, di sini diriku sekarang. Dan selang beberapa waktu aku menyadari, itu adalah mimpi paling menakjubkan selama ini. Hahaha.. Seperti salah satu dari tokoh di serial 'Heroes'. Atau seperti tokoh utama di serial 'Quantum Leap'. Walaupun cuma mimpi, tetep aja....'amazing!!!!!'
*eh...serius... mimpi ini beneran.. ga boong..
Di penglihatanku, sekelilingku tampak lebih terang. Yah, sebagaimana adanya lampu di atas kepala yang ikut menerangi sekelilingku. Dan setelah itu, seakan-akan ada yang bersuara, entah dari mana. 'Pejamkan matamu sejenak, kemudian bukalah kembali'. Kuturuti saran suara yang entah dari mana itu.
Setelah aku buka mata, aku sudah tidak berada di tempat sebelumnya, yaitu kursi di sudut meja yang berseberangan dengan lemari es. Sekarang aku sudah berada di depan lemari es, dengan tangan masih di berada di handle pintu freezer yang kebuka. Berpindah tempat, tapi masih ngobrol sama Mbak Ari dan Dodi, dan masih dengan topik pembicaraan yang sama dengan sebelumnya.
Sesaat kemudian, 'suara' yang tidak terdengar itu muncul lagi. 'Inilah kemampuanmu yang baru. Tetapi kelebihan ini tidak untuk bersenang-senang. Setiap kamu merasa ada cahaya yang bersinar di atas kepala, kamu harus memejamkan mata sambil bersujud, dan setelah itu, turuti kata hatimu'.
Selang beberapa jam, ada cahaya di atas kepala, dan aku langsung teringat pesan yang sebelumnya terdengar. Aku langsung memejamkan mata sambil bersujud. Ketika aku membuka mata, aku berada di depan cafe di sebuah mall besar. Dan aku tahu apa yang terjadi. Aku dalam sebuah misi, dan aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku harus menemui seseorang -yang sebelumnya belum pernah aku kenal- untuk menegosiasikan sesuatu. Sesaat kemudian, bereslah perundingan yang harus kulakukan -aku lupa apa yang harus dinego, hehehe-.
Hanya selang beberapa menit, muncul lagi cahaya di atas kepala itu. Dan walaupun baru terjadi sekali, rasanya seperti sudah beratus-ratus kali aku lakukan hal itu. Aku jongkok, bersujud, sambil memejamkan mata. Kubuka mata, aku masih di tempat yang sama, di mall yang sama, tapi tampaknya tidak sama persis. Yang jelas waktunya berbeda, entah itu kembali ke masa lalu, atau malah maju. Ada kegiatan 'renovasi' besar-besaran antara kejadian pertama, dengan yang sekarang, tapi ngga tau kronologisnya, ngga tau mana yang duluan, mana yang belakangan. Ya sudahlah, aku tidak terlalu menghiraukan hal ini. Sudah ada misi baru. Bertemu dengan seseorang -yang juga belum aku kenal- dengan misi lainnya. Oh, satu lagi. Setiap membuka mata dengan misi baru, ada kelebihan lain yang aku punya. Misalnya membaca pikiran orang, atau mem'beku'kan waktu. Tapi tiap misi beda-beda kelebihannya. Kemampuan satu misi muncul saat aku membuka mata, akan hilang saat cahaya berikutnya bersinar.
Setelah itu, selang beberapa menit atau beberapa jam selalu ada cahaya di atas kepala, dan kemudian aku berjongkok, bersujud, dan memejamkan mata, dan aku berpindah ke beberapa tempat, dengan misi tertentu. Ada beberapa misi yang harus aku jalani, walaupun aku tidak ingat misinya apa saja, tapi cukup banyak misi yang aku kerjakan saat itu.
Selang beberapa waktu setelah misi terakhir, ada cahaya bersinar. Tidak di atas kepala seperti biasa, dan bukan cahaya lampu. Seperti cahaya matahari yang menembus pori-pori kelopak mata, dan kemudian secara estafet menyalakan api saraf-saraf tubuh. Yah, di sini diriku sekarang. Dan selang beberapa waktu aku menyadari, itu adalah mimpi paling menakjubkan selama ini. Hahaha.. Seperti salah satu dari tokoh di serial 'Heroes'. Atau seperti tokoh utama di serial 'Quantum Leap'. Walaupun cuma mimpi, tetep aja....'amazing!!!!!'
*eh...serius... mimpi ini beneran.. ga boong..

Komentar
Posting Komentar
tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..