tentang biru, kini

1.
mau bicara apa lagi?
biru tetaplah biru
datang dari langit utara
pernah merintik
tiga putaran musim
walau tak terjadwal

kini, musim mendadak kemarau.
adakah penghujan lain?


2.
mau lihat apa lagi?
separuh gambar tak usai
masih buram
lalu tertinggal
menyisakan luka basah
tersenyum dalam perih

kini, luka dipaksa kering membiru.
sampai kapan?


3.
mau dengar apa lagi?
manis kata tak bertuan
terbalut ego meraja
menyangkal sebuah rindu
meninggalkan potret senja
yang dulu ditunggu

kini, malam menangis bisu
apakah kejujuran pun ikut bungkam?


4.
mau apa lagi?
kotak yang sesak oleh harap
pecah seketika
menyapu kepingan yang terserak
dilekat kembali oleh air mata
berharap menjadi titik mula

kini, tak bisakah air mata ini
menderas sekali saja?


...




kenapa tibatiba membungkam dan menyesak?

Komentar

  1. lalu air mata itu akan jatuh ke tanah dan tumbuh lagi menjadi biru yang sama kah?

    BalasHapus
  2. biar biru kini dalam alir
    menyusur sampai jauh yang lupa
    bersiap
    jujur akan membawanya deras... dan lebih deras

    kau sampan
    yang hidup karena alir
    sampai suatu saat
    menggambar lagi senja yang lengkap, permai
    (bukan yang tunggu dan risau)

    BalasHapus
  3. @perempuansore : dan kini, hanya Pemilik Langit dan Bumi yang megetahui, apakah biru itu sama atau tidak. aku? satu saat nanti akan tahu

    @kembangbakung : alir masih berpusar. entah di mana akan berakhir. lupa tak mungkin terkubur. hanya berharap tak hanyut dalam deras. aku sampan. yang berusaha tak tenggelam hingga dasar. supaya bisa ikut dalam alir. menuju senja yang utuh.

    BalasHapus
  4. @kembangbakung : eh.. salah.. bukan "lupa tak mungkin terkubur" tapi "ingatan tak mungkin terkubur" :p versi lengkapnya aku posting aja yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

tinggalkan jejak dengan menuliskan opini..

Postingan Populer